Komitmen bersama SRS Menuju CRVS Indonesia

643

Kepala Badan Litbang Kesehatan, dr. Siswanto, MHP., DTM. membuka Lokakarya Pelaksanaan Sistem Registrasi Sampel (SRS) 2018 yang diselenggarakan oleh Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan (13/2). Lokakarya bertujuan untuk menyebarluaskan kegiatan pengembangan SRS di Indonesia. Kegiatan berlangsung selama 3 hari di Yogyakarta.

Dalam arahannya, Siswanto menyampaikan SRS merupakan sampling untuk memperoleh angka kelahiran, kematian dan penyebab kematian secara nasional. Untuk itu perlu integrasi antara Kementerian Kesehatan dan Dukcapil yang berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri

Selama ini, tidak semua penyebab kematian seseorang diketahui. Bahkan di RS, kadang kala penyebab kematian tidak tertulis sehingga sulit untuk memperoleh caused of death. Perlu dilakukan autopsi verbal untuk mencari penyebab kematian. Autopsi verbal tidak hanya dilakukan pada kasus kriminal saja.

“Di satu sisi kita mempunyai SRS untuk memperoleh angka nasional dan secara paralel mengembangkan CRVS agar dapat menjadi program rutin karena visi WHO pada tahun 2024 semua negara harus bisa menerapkan CRVS,” tegas Siswanto.

Pada dasarnya Civil Registration & Vital Statistic (CRVS) atau Sistem Registrasi Vital dan  SRS merupakan suatu kegiatan pemantauan sistem registrasi.  CRVS merupakan pencatatan yang dilakukan pada setiap kabupaten sehingga diperoleh angka lokal daerah sedangkan SRS merupakan sampling untuk mendapatkan angka nasional. Sejak tahun 2012, Badan Litbang Kesehatan telah melakukan SRS dengan fokus pada pengumpulan data kelahiran, kematian dan penyebab kematian yang terjadi pada penduduk di wilayah sampel pada kurun waktu tertentu.

SRS merupakan alternatif untuk memperoleh angka kematian umum, ibu, bayi dan penyebab kematian. Hasil SRS berguna sebagai monitoring indikator program kesehatan dan bahan dasar perencanaan. Sampel terpilih sebanyak 128 daerah kecamatan yang tersebar pada 119 kab/kota dan 30 provinsi.

Pada hari yang sama dilakukan pula penandatanganan komitmen bersama SRS menuju CRVS Indonesia. Penandatanganan ini diawali oleh Kepala Badan Litbang Kesehatan, Kepala Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan diikuti oleh peserta lainnya.

Lokakarya diikuti oleh perwakilan kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kab/kota terpilih serta Kementerian Kesehatan. (ES)