Komitmen Bersama Menyelesaikan 3 Masalah Prioritas Kesehatan

221

Gorontalo – “Bersama Mewujudkan Gorontalo Sehat Melalui Percepatan Eliminasi Tuberculosis, Penurunan Stunting Dan Peningkatan Cakupan Serta Mutu Imunisasi”, merupakan tema yang diusung dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Gorontalo tahun 2018. Rakerkesda dilaksanakan untuk menindaklanjuti hasil Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) di bulan Maret 2018 yang diadakan di Hotel Grand Q pada tanggal 7 – 8 April 2018 yang diikuti oleh seluruh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo.

Kepala Badan Litbang Kesehatan, dr. Siswanto, MHP.,DTM hadir mewakili Menteri Kesehatan RI. Siswanto menyampaikan Kementerian Kesehatan sangat menghargai upaya Provinsi Gorontalo dalam menindaklanjuti hasil Rakerkesnas tahun 2018 dengan menyusun Rencana Aksi Daerah sesuai yang disepakati dalam diskusi dengan  pembina wilayah (binwil)  pada momen Rakerkesnas. Pada tahun 2017 lalu, Kemenkes bersama seluruh pemerintah daerah sudah membuat komitmen bersama untuk memprioritaskan eliminasi TB pada tahun 2030 melalui respon multisektoral (pemerintah, swasta dan komunitas) di pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.

Beban TBC di Indonesia sendiri masih cukup besar, WHO Global Tuberculosis Report 2016 menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat nomor II penderita tuberkulosis (TB) setelah India. Case Detection Rate (CDR) TB tahun 2017 di Provinsi Gorontalo masih berada di bawah angka nasional.  Namun demikian, keberhasilan pengobatan kasus TB di Gorontalo sudah di atas 90%.

Terkait dengan stunting, hasil pemantauan status gizi (PSG) tahun 2016 di Provinsi Gorontalo, masih terdapat 33% balita usia 0-59 bulan mengalami stunting (21,5 % pendek; 11,5% sangat pendek). Tentu hal tersebut harus menjadi perhatian khusus dari pemerintah Provinsi Gorontalo. Intervensi penurunan stunting harus memperhatikan life cycle (siklus kehidupan), mulai dari remaja, wanita usia subur, ibu hamil, ibu menyusui dan bayinya, hingga balita.

Sementara itu dalam hal imunisasi, di Provinsi Gorontalo baru satu kabupaten/kota yang cakupannya mencapai diatas 90% yaitu Kota Gorontalo, sementara pada kab/kota lainnya berkisar dari 56%-79%. Terdapat kesenjangan cakupan antar kab / kota, seperti juga pada provinsi lain. Tentu hal tersebut harus mendapat perhatian khusus.

Siswanto mengharapkan, “Dengan adanya Rakerkesda ini provinsi Gorontalo harus menyusun rencana aksi yang lebih kongkrit terkait 3 masalah prioritas tersebut yang bisa menggambarkan 5W1H, dengan menggunakan anggaran yang ada tentukan lokusnya, siapa mengerjakan apa, kapan dan targetnya seperti apa”. Selain itu, tentunya harus ada sinergitas antar pihak di bawah bupati/walikota untuk bisa menyelesaikan 3 masalah tersebut.

Dalam acara tersebut dilakukan penandatanganan komitmen bersama pencegahan dan penanggulangan stunting yang dilakukan oleh jajaran kesehatan di Provinsi Gorontalo, baik dari Walikota/Bupati, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Puskesmas. Hal tersebut sebagai bukti bahwa seluruh jajaran pemerintah di Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk mencegah stunting. (tw)