Kick Off Meeting Penguatan Implementasi PS2H digelar di Jakarta

790
Acara Kick Off Meeting PS2H dibuka oleh Sekjen Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi, MPH

Jakarta – Untuk membangun komitmen dan kesepakatan pusat dan daerah  dalam persiapan pelaksanaan implementasi sistem Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H), Badan Litbangkes menyelenggarakan acara Kick Off Meeting Penguatan Sistem Pencatatan kelahiran, kematian dan penyebab kematian sebagai implementasi Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H) di Jakarta (12/3/2019).

“Pencatatan kelahiran dan kematian yang terjadi pada saat ini sudah dapat dipantau secara real time dalam sistem administrasi kependudukan, tetapi kita belum dapat mengetahui  penyebab meninggalnya karena apa”, ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian kesehatan RI, drg. Oscar Primadi, MPH yang hadir memberikan sambutan dalam acara tersebut. Seperti diketahui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri telah membangun sistem registrasi penduduk berbasis teknologi informasi yang menampung data seluruh penduduk Indonesia. Penambahan dan perubahan data yang terjadi secara real time dapat dipantau langsung melalui sistem yang terintegrasi dengan seluruh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Indonesia.

Namun permasalahan saat ini adalah sistem tersebut belum mengakomodir variabel atau field penyebab kematian. Selain itu cakupan angka kematian yang teregister dalam sistem administrasi kependudukan  juga masih rendah. Tahun 2019 ini Kementerian Kesehatan, melalui Badan Litbangkes akan melaksanakan riset operasional tentang implementasi pedoman pengembangan PS2H di tingkat Kabupaten/Kota sekaligus menguatkan sistem di tingkat nasional. Pengembangan sistem dilakukan dengan penguatan sistem dan integrasi tentang penyediaan data kelahiran, kematian dan penyebab kematian. 

Riset operasional ini rencananya akan dilaksanakan di 3 Kabupaten/Kota, yaitu Kota Bitung, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Kudus. “Kita mengharapkan komitmen dari unit-unit utama Kementerian Kesehatan dan stakeholder untuk pelaksanaan kegiatan ini”, tutup Oscar di akhir sambutannya.

Sementara itu Kepala Badan Litbangkes, dr. Siswanto, MHP, DTM dalam paparannya tentang Penguatan Sistem PS2H menyampaikan bahwa pencatatan kelahiran, kematian dan penyebab kematian selain untuk memantau keberhasilan pembangunan kesehatan juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menghitung studi Burden of Disease (BOD). Jika pencatatan kelahiran, kematian dan penyebab kematian sudah dapat diintegrasikan dalam sistem adminsitrasi kependudukan, maka dalam mendapatkan angka kematian dan penyebab kematian tidak harus tergantung pada sensus, tetapi sudah dapat diperoleh langsung dari registrasi rutin di sistem administrasi kependudukan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Drs. Heroe Poerwadi, MA. yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan paparan tentang keberhasilan kota Yogyakarta dalam pencatatan kelahiran kematian. Menurut Heroe, di Kota Yogyakarta ketika ada ibu hamil yang menginjak usia 7 bulan maka pihak kecamatan harus tahu, sehingga dapat dipersiapkan dokumen – dokumen yang berkaitan dengan kelahiran seperti buka KIA, akta kelahiran dan sebagainya.

Selain paparan dari para narasumber, dalam pertemuan tersebut juga dilakukan  penandatanganan komitmen bersama tentang penguatan sistem pencatatan kelahiran, kematian dan penyebab kematian sebagai implementasi PS2H di Indonesia yang dilakukan oleh Kemenkes, Kemendagri dan Bappenas.  (Rian)