Ketersediaan Air Bersih Aman Dan Bebas Dari Kontaminasi

76

Bogor, Workshop Training of Trainer Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) tahun 2020 telah usai di 34 provinsi. Diselenggarakan secara bertahap, tahap pertama diikuti oleh 27 provinsi secara daring/online di Ruang Siwabessy, Kementerian Kesehatan tanggal 2-6 November 2020. Tahap kedua diikuti 7 provinsi, di ruang rapat UPF Inovasi dan Penanggulangan Stunting Bogor tanggal 9-13 November 2020. Workshop ini diikuti oleh tenaga sanitarian, tim teknis SKAMRT, tim laboratorium, penanggung jawa teknis (Pjt) provinsi dan kabupaten/kota. Tenaga pengumpul data (enumerator), sanitarian siap turun ke lapangan, mengumpulkan  air yang digunakan sehari-hari di rumah tangga.

Hadir pada acara tersebut Kepala Badan  Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), dr. Slamet, MHP, Direktur Kesehatan Lingkungan, Direktur Jenderal (Ditjen) Kesehatan Masyarakat, dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat, Ir. Doddy Izwardy, MA, Dr. Joko Irianto, SKM,. M.Kes, serta tim teknis dan sekretariat.

SKAMRT merupakan studi kerjasama antara Direktorat Kesehatan Lingkungan, Ditjen Kesehatan Masyarakat dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Upaya Kesehatan Masyarakat, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes).  Tahun  2021 SKAMRT akan menjadi kegiatan surveilens yang berlangsung sepanjang tahun yang menjadi target sanitarian di puskesmas. Pemilihan sampel dari Blok Sensus Susenas 2020, Badan Pusat Statistik.

“Kita sadari betul betapa pentingnya SKAMRT di Indonesia. Masalah riset penelitian program prioritas nasional dengan skala nasional yang berbasis komunitas. Yang kita lakukan saat ini merupakan menilai apa yang sudah kalian lakukan di lapangan. Penilaian itu hasilnya akan digunakan untuk perbaikan program berikutnya”, ujar Slamet. 

“Terkait dengan program SDGs 2020 nomer 6, memastikan ketersediaan dan manajemen air bersih yang berkelanjutan dan sanitasi bagi semua. Salah satu target SDG 6.1 menyebutkan pada Tahun 2030 mesti tercapai akses universal dan adil terhadap air minum yang aman dan terjangkau untuk semua, aman jika bebas dari kontaminasi tinja dan kimia tertentu. Saya yakin, dengan kebersamaan, koordinasi dan saling komunikasi maka kita akan bisa mengatasi semua itu. Semoga semua enumerator selalu terjaga, terhindar dari hal-hal yang kurang baik. Terjaga kesehatannya dan dapat menyelesaikan pengumpulan data ini dengan sebaik-baiknya,” tambah Slamet.#EM/edit UAM