Kerjasama dan Komitmen Diperlukan Untuk Meningkatkan Penguatan Sistem Pencatatan

339

Cirebon, Lokakarya Autopsi Verbal, Sertifikasi Medis Penyebab Kematian dan Pengkodean Data Mortalitas diselenggarakan dalam rangka penguatan sistem pencatatan kelahiran, kematian dan penyebab kematian. Workshop ini dilaksanakan selama 4 hari, dimulai Tanggal 7 hingga 10 Juni di Kota Cirebon.

Hadir Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si., untuk membuka Lokakarya tersebut. Dalam arahannya Wahyu berharap:

  • Petugas kesehatan mampu melakukan Autopsi Verbal (AV)
  • Dokter Puskesmas mampu melakukan resume diagnosis atas hasil AV
  • Dokter dan petugas Rekam Medik Rumah Sakit melakukan audit medik dan menerbitkan sertifikat medik penyebab kematian (SMPK)
  • Meningkatkan petugas Dinas Kesehatan Kabupaten melakukan AV serta manajemen data kelahiran, kematian dan penyebab kematian.

Workshop diikuti oleh 60 Puskesmas di Kabupaten Cirebon. Peserta dari tiap-tiap Puskesmas terdiri dari 2 orang petugas kesehatan dan 1 orang dokter. Juga dihadiri Kepala Bidang di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Sebelas Rumah Sakit di Kabupaten Cirebon dan 2 Rumah Sakit di Kota Cirebon tak luput untuk berpartisipasi aktif dengan menyertakan para dokter dan komite medik.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan, Sugianto, SKM., MSc.PH mengatakan, perlu dilakukan advokasi kepada pimpinan daerah di seluruh Indonesia. Agar implementasikan penguatan sistem pencatatan kelahiran, kematian dan penyebab kematian berjalan dengan baik, perlu kerjasama lintas sektor dan diberi pendampingan. Sehingga kualitas data meningkat, sertifikat medik penyebab kematian lebih berkualitas.