Kepala Badan Litbangkes Resmikan UPF Inovasi Teknologi Kesehatan di Surabaya

Dec 28, 2018

“Ruang lingkup riset dalam hal inovasi teknologi kesehatan sangat luas”, demikian ungkap Kepala Badan Litbangkes, dr. Siswanto, MHP, DTM dalam sambutan dan arahannya di acara peresmian UPF (Unit Pelaksana Fungsional) Inovasi Teknologi Kesehatan di Surabaya (22/12/2018). “Ada tiga hal utama  yang menjadi tantangan bagi para peneliti, yang pertama adalah di era industri 4.0 ini bagaimana membangun sistem informasi di RS yang terintegrasi antar modul. Yang kedua adalah tentang JKN, bagaimana membangun manajemen BLU (Badan Layanan Umum) yang benar. Dan yang ketiga adalah, tentang PTM yang meningkat menurut hasil Riskesdas 2018. Hal itu menjadi tantangan bagi para peneliti di UPF Inovasi Teknologi Kesehatan ini”, tambah Siswanto.

Acara peresmian UPF Teknologi Kesehatan yang berlangsung di Jl. Indrapura no.17 Surabaya dihadiri oleh Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kemenkes, perwakilan Inspektorat Jenderal Kemenkes, para Kapuslitbang, Profesor Riset dan para peneliti dari Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan.

Pembentukan UPF Inovasi Teknologi Kesehatan dilandasi adanya kebutuhan suatu unit/ lembaga riset yang secara khusus melakukan penelitian dan pengembangan teknologi dan produk teknologi kesehatan berbasis budaya, serta melakukan inovasi dan penapisan teknologi dan produk teknologi kesehatan.

Selain itu pembentukan UPF Inovasi Teknologi Kesehatan juga sebagai tindak lanjut adanya kebijakan dari Kemenkes bahwa Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan harus dipindahkan ke Jakarta, untuk itu kantor eks-Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang berlokasi di Surabaya tersebut perlu dilakukan penataan kembali. Ada beberapa landasan hukum pembentukan UPF ini, yaitu Peraturan Presiden No 7 Tahun 2015 tentang Kementerian Negara, Peraturan Presiden No 35 Tahun 2015 tentang Kementerian Kesehatan, dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 64 tahun 2015 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan.

UPF Inovasi Teknologi Kesehatan ditetapkan melalui Peraturan Kepala Badan, dimana didalamnya termaktub tugas melaksanakan (1) Penelitian dan pengembangan teknologi dan produk teknologi kesehatan berbasis sosial budaya; (2) Inovasi dan penapisan teknologi dan produk teknologi kesehatan

Dalam laporannya, Sekretaris Badan Litbangkes, Dr. Nana Mulyana menuturkan bahwa pembentukan UPF Inovasi Teknologi Kesehatan telah melalui rangkaian proses yang cukup panjang, yang melibatkan internal Badan Litbangkes, Inspektorat Jenderal, Biro Hukor Kemenkes dan Biro Kepegawaian Kemenkes. “Pembentukan UPF Inovasi Teknologi Kesehatan didasarkan pada pendayagunaan aset yang ada, yaitu aset Sumber Daya Manusia (SDM) serta aset sarana dan prasarana (BMN)”, tambah Nana Mulyana.

Nana Mulyana berharap bahwa dengan diresmikannya UPF Inovasi Teknologi Kesehatan maka para pegawai eks-Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang berada di Surabaya memiliki payung hukum dan bentuk organisasi yang sah.

laporan kinerja laporan kinerja
Riset Kesehatan Nasional

Riset Kesehatan Nasional (Riskesnas) yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan terdiri dari 3 kegiatan:

  1. Survey Kesehatan Nasional (Surkesnas)
  2. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
  3. Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes)
  4. Riset Khusus (Rikhus)

Lihat Selengkapnya

Riset Pembinaan

Riset Pembinaan merupakan bentuk implementasi pembinaan bagi peneliti. Terdiri dari 2 kegiatan:

  1. Riset Pembinaan Kesehatan (Risbinkes)
  2. Riset Pembinaan Iptek Kedokteran (Risbin Iptekdok)

Lihat Selengkapnya

Riset Lainnya

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan juga melaksanakan kegiatan riset lainnya, seperti:

  1. Riset Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan (PDBK)
  2. Riset Saintifikasi Jamu
  3. Riset Tematik

Lihat Selengkapnya