Kepala Badan Litbangkes Apresiasi Rikhus Vektora Kaltara

249

Tarakan – Kepala Badan Litbang Kesehatan memuji pelaksanaan pengumpulan data Rikhus Vektora di Provinsi Kaltara. “Secara umum pelaksanaan pengumpulan data berlangsung baik” ucap Siswanto di sela-sela kunjungan supervisi Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit (Rikhus Vektora) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (12/8).

Pada kesempatan itu Kepala Badan Litbangkes berkenan mengunjungi lokasi pengumpulan data di kelurahan Juwata Krikil kecamatan Tarakan Utara tepatnya di wilayah pinggir hutan tanah adat Dayak Tidung yang masuk dalam titik ekosistem Non Hutan Jauh Pemukiman. Siswanto melakukan tanya jawab dengan enumerator dan melihat proses anatesi dan bedah pada tikus.

Selepas dari titik pengumpulan data, Kepala Badan juga berkesempatan berkunjung ke basecamp enumerator. Didampingi Kepala Balai Besar Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga, Joko Waluyo, Kepala Badan berbincang-bincang dengan penanggungjawab lapangan dan melakukan foto bersama di akhir kunjungan.

Di Provinsi Kalimantan Utara sendiri pengumpulan data Rikhus Vektota dilakukan di tiga kabupaten/kota, diantaranya kabupaten Bulungan, kabupaten Nunukan dan kota Tarakan masing-masing terdapat 6 titik/ekosistem, Hutan Dekat Pemukiman (HDP), Hutan Jauh Pemukiman (HJP), Non Hutan Dekat Pemukiman (NHDP), Non Hutan Jauh Pemukiman (NHJP), Pantai Dekat Pemukiman (PDP) dan Pantau Jauh Pemukiman (PJP) sehingga dalam satu Provinsi Kaltara terdapat 18 titik pengumpulan data.

Pengumpulan Data Riskhus Vektora di tahun 2018 merupakan lanjutan dari tahun 2015, 2016 dan 2017, dilakukan di tiga Provinsi diantaranya Kalimantan Utara, Kepulauan Riau dan DKI Jakarta. Berlangsung selama satu bulan, dimulai pada tanggal 14 Juli hingga 15 Agustus 2018, masing-masing titik ekosistem selama lima hari.

Rikhus Vektora diadakan sebagai upaya pemutakhiran data vektor dan reservoir penyakit sebagai dasar pengendalian penyakit tular vektor dan reservoir (re-emerging disease) di Indonesia. (AF)