Kemenristek/BRIN Bersama Kemenkes Tanda Tangani MoU dan PKS Vaksin Merah Putih

435

Jakarta – Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang kerja sama penelitian dan pengembangan di bidang pengembangan vaksin Covid-19 Merah Putih. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro bersama Menteri Kesehatan yang diwakili oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante S. Harbuwono.

Menristek Bambang menyambut baik kolaborasi antara Kemenristek/BRIN dan Kemenkes di bidang riset dan inovasi dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.

“Saya menyambut baik kerja sama dengan Kementerian Kesehatan baik dalam fase lanjutan dari vaksin Merah Putih, khususnya praklinis dan klinis, serta untuk melakukan dukungan terhadap program vaksinasi nasional yang saat ini sedang berlangsung,” ungkap Menristek Bambang pada acara Peringatan Satu Tahun Pandemi Covid-19. Kegiatan ini mengangkat tema “Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih, Bangkit, dan Maju” dan dilaksanakan di Auditorium B.J. Habibie Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pada Selasa (2/3/2021).

Disamping itu dilaksanakan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Implementasi Riset dan Inovasi Vaksin Covid-19 Merah Putih antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan Sekretariat Kemenristek/Sekretaris Utama BRIN. Penandatangan disaksikan peserta undangan yang dihadiri oleh pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Ristek/BRIN, Badan Litbangkes Kemenkes RI, Lembaga Non Kementerian, Perguruan Tinggi, dan para pelaku usaha yang bekerja sama dalam menanggulangi masalah Covid-19 dewasa ini.

Lebih lanjut Menristek Bambang menekankan harus ada kolaborasi di dunia penelitian dan inovasi dalam mengatasi semua masalah. Kolaborasi antar semua pihak yang memang memiliki tujuan yang sama dalam hal ini penanganan pandemi Covid-19. Menurutnya tanpa kolaborasi bersama mustahil pandemi Covid-19 dapat dikalahkan. Sebagai bentuk kolaborasi, pada awal penanganan pandemi Covid-19 telah dibentuk konsorsium riset dan inovasi di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN.

“Jadi, saya juga mengajak Litbangkes untuk makin erat melakukan kegiatan kolaborasi di dalam kegiatan riset inovasi Covid di bawah umbrella konsorsium tersebut,” ujar Menristek Bambang. Belajar dari pandemi flu Spanyol 100 tahun yang lalu, Menteri Bambang mengingatkan jika manusia ternyata masih harus lebih banyak belajar dan harus lebih kolaboratif serta lebih menekankan persatuan daripada individualisme. Semangat itulah yang menurutnya akan terus didorong dalam konteks penanganan pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih harus kita atasi bersama. (Ripsidasiona)