Kemandirian Alat Kesehatan di Masa Pandemi COVID-19

124

Kabupaten Bekasi – Kepala Badan Litbangkes, dr. Slamet mendampingi Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Pengawasan dan Tata Kelola Alat Kesehatan, Komisi IX DPR RI di PT Indofarma (Persero) di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi pada Kamis, 1 Oktober 2020. “Kunjungan Kerja ini bertujuan untuk menghimpun data-data dan informasi yang komprehensif dan akurat dari para pemangku kepentingan terkait tata kelola alat kesehatan. Selanjutnya Panja akan menyusun rekomendasi yang ditujukan kepada semua pihak terkait, guna memperbaiki tata kelola alat kesehatan di Indonesia”, demikan disampaikan Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Felly mengatakan, pada saat pandemi Covid-19 kemandirian alat kesehatan sangat dibutuhkan mengingat permintaan yang sangat tinggi. Untuk pemenuhan kebutuhan terhadap alat kesehatan,  pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8 tahun 2020 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu. Peraturan ini  mempermudah impor alat-alat kesehatan yang dibutuhkan saat pandemi Covid-19 sehingga ketersediaan alat kesehatan tercukupi.

Kunjungan Kerja Panja diterima oleh Direktur Utama PT. Indofarma, Arief Pramuhanto. Arief mengungkapkan bahwa Indofarma telah berusaha memenuhi kebutuhan alat kesehatan yang dibutuhkan dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Indofarma sejauh ini sudah menghasilkan produk seperti masker, hand sanitizer, ventilator dan VTM (kit untuk tes usap). Ada pula beberapa produk inovatif seperti mobile PCR dengan fasilitas BSL-2 yang dapat melakukan pemeriksaan dalam waktu 50 menit. Untuk obat anti viral, Indofarma telah memproduksi oseltamivir sesuai rekomendasi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).”, tutur Arief.

Menurut Arief, Dalam memproduksi beberapa alat kesehatan, PT. Indofarma juga melibatkan industri kecil dan menengah dengan quality control sesuai standar yang ditentukan untuk membantu memenuhi persediaan dan permintaan dari customer. Indofarma dulu lebih dikenal sebagai penghasil obat generik bermerk (OGB). Sejak awal tahun 2020, PT. Indofarma telah menjadi anggota holding BUMN farma bersama dengan PT. Biofarma dan PT. Kimia Farma.

“Masing – masing anggota holding memiliki kategori fokus. PT. Bio Farma fokus pada vaksin, PT. Kimia Farma lebih ke retail farmatif, dan PT. Indofarma fokus pada bidang farmasi, alat kesehatan dan herbal. Namun, sesuai dengan visi pemerintah ke depan PT. Indofarma akan fokus di bidang alat kesehatan.”, kata Arief. Komisi IX DPR RI memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi terhadap upaya – upaya yang telah dilakukan oleh PT. Indofarma dalam memenuhi pasokan alat kesehatan yang dibutuhkan di Indonesia. Komisi IX DPR RI berharap bahwa PT. Indofarma dapat lebih inovatif dalam memproduksi alat kesehatan yang berbasis teknologi tinggi agar dapat bersaing dengan alat kesehatan hasil impor dari luar negeri. (Rian/Editor : Dian Widiati)