Kekurangan Iodium Masih Saja Menjadi Masalah Kesehatan

95

Di jaman teknologi serba canggih seperti sekarang ini, ternyata masalah gangguan akibat kekurangan iodium (gaki) masih saja menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia. Masalah gaki tentu tidak bisa diremehkan, karena seperti halnya stunting, kekurangan iodium berhubungan dengan  perkembangan otak dan kematian bayi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 2013, 15 – 25 % anak usia sekolah (6-12 tahun), wanita usia subur, ibu hamil dan ibu menyusui berisiko kekurangan iodium. Masalah yang dialami ini salah satu penyebabnya adalah lebih dari 50 persen garam rumah tangga di Indonesia tidak teriodisasi cukup (<30 ppm I dalam bentuk KIO3). Padahal semenjak 2009, penanggulangan GAKI hanya bergantung pada garam beriodium. Selain garam, air minum sebenarnya juga mengandung iodium. Namun ternyata sebagian besar (>90%) air minum rumah tangga Indonesia mempunyai kandungan iodium rendah dan sangat rendah.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Balai Litbangkes Magelang berupaya melakukan intervensi, salah satunya dengan mengembangkan alat intervensi iodium pada air perpipaan non-PDAM berbasis masyarakat di wilayah dengan riwayat gaki. Caranya yaitu dengan memberikan  larutan intervensi iodium pada konsentrasi dan kecepatan pemberian yang terukur. Penelitian eksperimental ini dilakukan di 9 kabupaten di Jawa Tengah dan 2 kabupaten di DIY Yogyakarta. Hasilnya, alat intervensi yang dikembangkan berhasil meningkatkan kadar iodium air perpipaan dalam rentang 10-20 ug/L.

Keberhasilan pengembangan alat intervensi iodium ini adalah salah satu topik yang diangkat dalam acara Diseminasi dan Advokasi Hasil Penelitian Balai Litbangkes Magelang. Selain gaki, masalah stunting juga diangkat dalam acara ini. Diselenggarakan di hotel Grand Artos Magelang pada 25 September 2019, Sekretaris Badan Litbangkes, Dr. Nana Mulyana berkesempatan hadir dan membuka acara. Beliau berpesan agar Balai Litbangkes Magelang dapat terus bersinergi dengan Dinas Kesehatan, Bappeda, Balitbangda ataupun Lembaga daerah untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang ada di sekitar. Senada dengan Sesbadan, Cahaya Indriaty, SKM, M.Kes, Kepala Bagian Umum, Dokumentasi, dan Jejaring yang juga hadir untuk memberikan paparan mengenai Advokasi, mendorong agar diseminasi hasil penelitian Balai Litbangkes Magelang dapat menjadi bahan advokasi rekomendasi kebijakan hingga ke tingkat Gubernur. Untuk mewujudkan harapan ini tentunya membutuhkan bantuan dan dukungan dari Dinas Kesehatan dan Bappeda setempat.(uni)