Kawal Rifaskes 2019 dengan Jaga Kualitas Data di Lapangan

1061

Kota Tangerang– Workshop Training Centre (TC) Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) Riset Evaluasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahun 2019 Provinsi Banten dihelat Senin hingga Minggu (22-28 April 2019) di kota Tangerang. Acara dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten  M. Yusuf.

Dalam sambutannya M. Yusuf berpesan kepada para penanggungjawab operasional (PJO) kab/kota, enumerator dan perwakilan rumah sakit terpilih sangat penting dan menentukan keberhasilan Rifaskes Tahun 2019 sekaligus untuk mengawal dan berkontribusi penuh pada pelaksanaan penuh pada pelaksanaan riset ini dengan menjaga kualitas data di lapangan, mulai dari perekrutan tenaga lapagan hingga pengumpulan dan anaslisi data, terutama di wilayah yang telah ditetapkan.

Dalam kesempatan itu, Plt. Kadinkes Provinsi Banten menyampaikan sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang jaminan kesehatan, disebutkan bahwa seluruh penduduk Indonesia wajib masuk sebagai peserta BPJS paling lambat 1 Januari 2019. Setiap peserta dapat memperoleh jaminan kesehatan yang bersifat pelayanan kesehatan perorangan mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif termasuk pelayanan obat dan bahan medis yang diperlukan.

Pemerintah dan pemerintahan daerah bertanggung jawab atas ketersediaan fasilitas kesehatan dan penyelenggaraan pelayanan untuk pelaksanaan jaminan kesehatan. Telah diterbitkan pula Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 mengenai optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan agar Menteri Kesehatan antara lain jaminan ketersediaan obat dan alat kesehatan bagi peserta JKN terutama obat esensial dan menjamin ketersediaan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia pada fasilitas kesehatan, bersama Pemerintah Daerah, TNI Polri dan swasta.

Menurut M Yusuf bukan hanya askes pelayanan berkualitas saja yang diperlukan dan diperhatikan, namun dalam mempersiapkan pelayanan berkualitas juga disarankan perlu untuk meninjau seluruh aspek yaitu  tata kelola, sumber daya manusia, sarana dan prasarana obat-obatan dan alat kesehatan, sistem informasi pelayanan dan pembiayaan. “Pelaksanaan Rifaskes 2019 merupakan momentum yang tepat untuk memotret kondisi pembangunan kesehatan di Provinsi Banten”, ujarnya lebih lanjut.

Rifaskes diadakan untuk memperoleh rekomendasi untuk perbaikan pelaksanaan JKN baik dalam aspek kepesertaan, tata kelola, manfaat dan pelayanan kesehatan. Pada  riset ini dikumpulkan pula data fasilitas kesehatan di Rumah Sakit,  Puskesmas, klinik, dokter praktek mandiri, bidan praktek mandiri, apotek, Laboratorium Pengumpulan data akan dilakukan di seluruh Dinas Kesehatan Kab/Kota dan Puskesmas. Sedangkan rumah sakit, klinik, dokter praktek mandiri, bidan praktek mandiri, apotik dan laboratorium dilakukan secara sampling.

Woro Riyadina sebagai Penanggungjawab Teknis (PJT) Rifaskes 2019 Provinsi Banten menjelaskan jumlah peserta Workshop sebanyak 114 enumerator terdiri dari 10 orang enumerator rumah sakit dan 104 enumerator Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.

Model pelatihan dilakukan dalam bentuk, paparan, diskusi, simulasi dan role play serta praktek khususnya untuk manajemen data. Peserta diharapkan mampu memahami kuesioner, pedoman, dan manajemen rifaskes. (ali)