Jangan Lupakan Program Rutin Selama Menangani Covid-19

74

Gorontalo 12 September 2020, telah dilaksanakan rapat kordinasi evaluasi program pembangunan kesehatan era pandemi Covid-19 di Provinsi Gorontalo. Salah satu Provinsi binaan wilayah Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes). Rapat ini dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo secara virtual, diikuti oleh RSUD kabupaten, KKP Gorontalo, Balai POM, Labkesda, Dinkes kabupaten gorontalo dan peserta dari Jakarta.

Sebelum pelaksanaan evaluasi program, dilaksanakan senam bersama dengan berbagai komunitas di Gorontalo. Komunitas ini terkenal dengan sebutan Komunitas GGC singkatan dari Gorontalo Germas Community. Komunitas ini terdiri dari berbagai sub-komunitas pencinta olah raga yakni RIOT (Running Is Our Therapy) komunitas olahraga lari, komunitas Line Dance 89, Komunitas peduli mengatasi covid-19. Pada kegiatan senam Bersama hadir para  pejabat dan staf di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Sekretaris Badan Litbangkes, Dr. Nana Mulyana,  Kepala Bappeda, Budiyanto Sidiki, S.Sos., M.Si, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Misranda E.U. Nalole, SE., M.Si, serta pejabat di lingkungan Badan Litbangkes, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, beserta staf.

Rapat kordinasi dibuka oleh dr. Slamet, MHP, Plt. Kepala Badan Litbangkes. Slamet mengingatkan agar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi berserta jajaran nya agar fokus dalam upaya menghambat, mencegah, dan menghindari covid-19, juga fokus terhadap program-program Kesehatan   yang dilaksanakan dan secara rutin dievaluasi. Salah satu program prioritas nasional yang penting adalah penurunan angka Dalam upaya penuruanan angka stunting, Badan Litbangkes akanmengukur status gizi masyarakat  melalui Survei Status Gizi Indonesia( SSGI). Di masa pendemi ini, Slamet menekankan bahwa status gizi masyarakat perlu diketahui.

Selanjutnya Sekretaris Badan Litbangkes, menyampaikan tentang pentingnya menjalankan program Kesehatan dengan protokol Kesehatan.  Upaya mempertahankan kesehatan masyarakat di era pandemi covid-19 perlu ditingkatkan, yaitu dengan 3M: menggunakan masker, mencuci tangan yang benar pakai sabun dengan air mengalir, dan menjaga jarak. Potensi yang dimiliki daerah perlu dioptimalkan secara baik agar program Kesehatan terlaksana sebaik-baiknya.

Hasil kajian kepatuhan masyarakat di Gorontalo antara lain: lebih dari 34% tidak melakukan jaga jarak. Lebih dari 50% responden sulit menjaga jarak dengan orang yang dikenal, terutama keluarga dan teman. Masih terdapat sekitar 40% responden yang tidak menggunakan masker di dekat rumah. Perilaku mencuci tangan sebelum menyentuh wajah, baru 65%. Stigma masyarakat terkait pemakaman jenazah di sekitar tempat tinggal masih tinggi. Lebih dari 38% menyatakan tidak setuju.

Untuk itu perlu sosialisasi lebih intensif, pentingnya jaga jarak dan penggunaan masker. Melibatkan pengurus lingkungan setempat (RT, RW, Banjar dan sebagainya), gugus tugas, tokoh agama, perlu melakukan pengawasan, deteksi dini, pelaporan covid-19. Terapkan sangsi bagi pelanggaran jara jarak, pemakaian masker pada lokasi tertentu, agar jera. Perlu ditekankan untuk menghindari menyentuh area wajah sebelum cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Perlu pertimbangan dan persepsi yang tinggi dan kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan, dalam membuat bahan sosialisasi dan edukasi. Peran tokoh agama sangat penting terhadap stigma yang muncul terkait pemakaman jenazah dengan covid-19. Diperlukan rekayasa sosial untuk tempat umum, seperti pengaturan tentang jaga jarak, penyediaan sarana dan tatacara cuci tangan. Pengaturan atau tanda-tanda berupa menjaga jarak, menggunakan dan penyediaan masker.(erwin/editor: Ully)