Jamu Saintifik untuk Radang Sendi

1544
Formula Jamu untuk radang sendi lutut

Penyakit radang sendi atau osteoartritis (OA) merupakan penyakit tidak menular yang berkaitan dengan usia yang menyebabkan gangguan fisik terutama pada gerak sendi. Osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif pada sendi dengan banyak penderita berusia di atas 40 tahun dan populasi bertambah berdasarkan peningkatan usia.

Penyakit ini merupakan penyebab utama gangguan otot dan sendi di seluruh dunia dan menjadi penyebab ketidakmampuan fisik terbesar kedua setelah penyakit jantung untuk usia diatas 50 tahun. Penyakit ini menyebabkan hilangnya jam kerja yang besar serta biaya pengobatan yang tinggi. World Health Organization (WHO) memperkirakan 400 per seribu populasi dunia yang berusia di atas 70 tahun menderita OA dan 800 per seribu pasien OA mempunyai keterbatasan gerak derajat ringan sampai berat yang mengurangi kualitas hidup mereka.

Obat kimia yang biasa dipakai adalah obat anti inflamasi non-steroid (AINS). Obat ini mempunyai sifat mengurangi nyeri, demam dengan inflamasi, dan disertai dengan gangguan inflamasi nyeri lainnya. Efek samping AINS dapat terjadi pada berbagai organ tubuh terpenting seperti saluran cerna, jantung dan ginjal.

Terkait dengan keamanan dan khasiat jamu, Kementerian Kesehatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan mengadakan riset Saintifikasi Jamu. Riset berbasis pelayanan telah menghasilkan penelitian formula jamu yang terbukti aman dan berkhasiat. Sejak diluncurkan tahun 2013 hingga saat ini telah dihasilkan beberapa formula jamu saintifik, salah satunya untuk pengobatan radang sendi lutut

Salah satu penelitian Saintifikasi Jamu telah menghasilkan formula jamu untuk radang sendi lutut. Penelitian ini membandingkan khasiat dan keamanan formula jamu OA yang terdiri dari ramuan:

  • biji adas 3 gr
  • daun kumis kucing 5 gr
  • herba rumput bolong 5 gr
  • rimpang temulawak 15 gr
  • rimpang kunyit 15 gr
  • herba meniran 7 gr

dengan obat standar piroxicam. Penelitian ini bersifat multicenter dengan melibatkan 30 dokter yang telah mendapatkan pelatihan Saintifikasi Jamu. Dokter peneliti berasal dari 20 kabupaten yaitu Temanggung, Karanganyar, Surakarta, Sragen, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Semarang, Kendal, Pekalongan, Tegal, Bantul, Kulon Progo, Metro Lampung, Palembang, Kapuas, Makassar, Kendari, Malang, Denpasar serta Rumah Riset Jamu Hortus Medicus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ramuan jamu ini mampu menurunkan nyeri sebanding dengan obat moderen. Jamu juga mampu memperbaiki fungsional sendi dengan mengurangi rasa kekakuan sendi, kesulitan bergerak dan mengurangi derajat ketergantungan secara signifikan sejak hari ke-7 sampai hari ke-28.

Pemberian ramuan jamu untuk OA selama 28 hari intervensi dan obat pembanding, tidak ditemukan gejala atau efek samping yang serius. Jamu untuk OA dan obat pembanding tidak mengganggu fungsi hati dan fungsi ginjal.

Mengacu kepada hasil riset, maka jamu saintifik radang sendi lutut memiliki khasiat sebanding dengan obat moderen dalam meredakan nyeri dan meningkatkan gerak sendi. Jamu ini dapat meningkatkan kualitas hidup penderita dan aman digunakan. (ed/ali)

Sumber: Danang Ardiyanto, Kompilasi Policy Brief Hasil Litbangkes Tahun 2017