Implementasikan RB, Badan Litbangkes Tata Ulang SDM

311

Dalam rangka implementasi reformasi birokrasi dan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Badan Litbangkes melaksanakan perencanaan dan penataan pegawai, serta perencanaan penganggaran tahun 2019 di Yogyakarta (19-21/8).

Salah satu tujuan pertemuan yang dihadiri para pejabat administrasi dan pelaksana pengelola kepegawaian seluruh satuan kerja Badan Litbangkes ini adalah tertatanya jabatan PNS di Badan Litbangkes yang sesuai dengan peta jabatan, hasil analisis beban kerja, serta syarat jabatan yang telah disusun dan ditetapkan. Dengan demikian terhitung mulai tanggal 1 Januari 2018, setiap pejabat pelaksana di Badan Litbangkes akan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan.

Perencanaan dan penataan pegawai ini penting dilakukan untuk pemenuhan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) dan Indikator Kinerja Program (IKP)  di Badan Litbang Kesehatan. ”SDM memiliki peran yang sangat penting sebagai tools of management dalam mencapai tujuan organisasi”, demikian disampaikan Sekretaris Badan Litbangkes, Nana Mulyana dalam sambutannya.

Nana juga menyatakan bahwa masih terdapat beberapa tugas fungsi yang seharusnya tidak dilakukan oleh peneliti yakni pengumpulan data (statistisi) dan menyusun rekomendasi kebijakan (analis kebijakan). “Jabfung di luar peneliti yang sedang diusulkan adalah Analis Kebijakan  Utama atau  Madya untuk menjawab kebutuhan IKP.  Analis kebijakan belum ada di Balitbangkes. Pelaksana pengumpul data pun sebetulnya bukan tugas dan fungsi peneliti tetapi tugas statistisi. Kita masih terjebak dalam hal ini”, tambahnya.

Agenda penting lainnya adalah sosialisasi perencanaan kebutuhan dan penataan PNS Kemenkes sebagai implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 oleh Emi Amalia selaku Kepala Bagian  Pengadaan Pegawai, Biro Kepegawaian Kementerian Kesehatan. Emi menerangkan bahwa tahun ini roadmap kebijakan manajemen ASN telah masuk RPJM tahun ke-3 (pelaksanaan sistem merit) dan akan menuju RPJM tahun ke-4 (birokrasi berkelas dunia). Salah satu fokus perbaikan manajemen ASN menghadapi Era Industri 4.0 adalah perbaikan perencanaan pegawai.

“Perencanaan pegawai harus memperhatikan tugas fungsi organisasi dan mempertimbangkan ciri khas/spesifikasi masing-masing Satker”, jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Emi pun menyampaikan apresiasi kepada para pengelola kepegawaian satker Badan Litbangkes karena mampu  mengisi e-formasi tahun 2018 dengan benar.(NB)