IIBF- Sebuah Konsistensi Meningkatkan Literasi

90

Jakarta – Indonesia International Book Fair (IIBF) 2019 resmi digelar oleh Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuka pesta buku pada Rabu (4/9). IIBF berlangsung dari tanggal 4-8 September 2019 di Hall A Jakarta Convention Center (JCC).

Dalam orasinya Anies mengatakan bahwa selama lebih dari 70 tahun merdeka, Indonesia dapat mencapai negara yang completely literate. “Literasi bukan hanya program pemerintah, tapi gerakan masyarakat yang harus digaungkan secara masif. Dan ini tantangan kita bersama” lanjut Anies. Konsistensi Ikapi dalam pelaksanaan IIBF ini, diharapkan akan berbuah meningkatnya literasi di Indonesia.

Bagi partisipan domestik, IIBF adalah pintu menuju pasar global. Sedangkan bagi partisipan asing, IIBF adalah gerbang memasuki pasar raksasa Asia Tenggara. Ikapi berharap pameran ini menjadi ajang yang luas bagi indutri kreatif, bukan sekedar “book fair” melainkan “book affair”. Ketua Umum Ikapi, Rosidayati Rozalina mengatakan saatnya Indonesia menyelenggarakan pameran buku kelas dunia. “jangan jadi tamu yang mempesona di negara lain, atapi juga memiki acara sendiri” ujarnya.

IIBF tahun ini merupakan gelaran ke-39 sejak Ikapi pertama kali menggelarnya pada tahun 1980. Sejak tahun 2014 acara ini bertransformasi menjadi Indonesia International Book Fair yang sebelumnya menyandang nama Indonesia Book Fair. Djaja Subagdja selaku ketua panitia penyelenggaraan menyampaikan bahwa IIBF tahun ini diikuti oleh sepuluh negara, 37 peserta international Partnership Program yang berasal dari 13 negara, 5000 judul buku  dan 42 penerbit dalam negeri.

Perpustakaan Kementerian Kesehatan ikut ambil bagian dalam perhelatan akbar ini. Badan Litbangkes ikut menampilkan hasil-hasil penelitian yang ada dalam perpustakaan Badan Litbangkes. Diantaranya adalah peta rikhus vektora, hasil litbang tanaman obat (Simplisia, foto 360, keripik pegagan, jamu), layanan perpustakaan, jurnal-jurnal litbangkes dan warta litbangkes. Selain menampilkan program dan hasil litbangkes, booth Kemenkes juga mengadakan games interaktif dengan hadiah menarik. Tercatat ada 60 acara selama perhelatan IIBF, antara lain bincang-bincang perbukuan, peluncuran buku, seminar, dan lomba-lomba interaktif. Acara ini dikemas dalam format yang fun sehingga diharapkan dapat megedukasi sekaligus menghibur masyarakat yan mengunjungi pameran. Selain itu ada wisata literasi yang bertujuan lebih mendekatkan siswa dengan buku. (NF)