Hasil Litbangkes Dukung Indonesia Bebas Penyakit Kaki Gajah 2020

266

Palembang – Balai Litbangkes Baturaja menggelar Diseminasi Hasil Penelitian Tahun 2018. Acara yang berlangsung
selama 3 hari dari tanggal 15 sampai 17 Oktober 207 dibuka secara resmi oleh Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan
Masyarakat Dr. dr. Vivi Setiawaty, M. Biomed, di Palembang, Senin (15/10).

Acara diseminasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Balai Litbangkes Baturaja dengan harapan
menjadi input bagi pengelola program dan pengambil kebijakan. Dalam arahannya, Vivi menyampaikan bahwa banyaknya
masalah kesehatan yang dihadapi oleh pengelola program yang memerlukan solusi dari hasil penelitian salah satunya
adalah penyakit tular vektor dan zoonotik. Pada saat ini kita sedang berupaya agar Indonesia bebas penyakit kaki
gajah (filariasis) pada tahun 2020 dan bebas malaria pada tahun 2030.

Disampaikan oleh Sekretaris Dinkes Provinsi Sumatera Selatan, Dr. dr. Trisnawan bahwa masalah penyakit tular
vektor dan zoonotik masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Provinsi Sumatera Selatan. Sebagai gambaran,
untuk penyakit malaria dari 17 kabupaten dan kota, baru 8 kab/kota yang tereliminasi malaria. Kasus demam
berdarah (DBD) di Provinsi Sumatera Selatan sepanjang tahun ini cenderung menurun. Sampai bulan September
terdapat 1680 kasus DBD. Pengendalian dan pemberantasan sarang nyamuk serta gerakan Satu Rumah Satu Jumantik
(1R1J) terus disosialisasikan. Sedangkan untuk filariasis sampai tahun 2017 terdapat 202 kasus, dengan kasus
terbanyak di Kab. Banyuasin. Upaya yang dilakukan adalah Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) pada daerah-
daerah endemis filariasis.

Kegiatan diseminasi ini dihadiri oleh direktorat P2PTVZ Kemenkes RI, perguruan tinggi, balitbangda, dan mitra
bestari yaitu dinas kesehatan provinsi dan Kab/Kota. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober yang
diperingati sebagai Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA). Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan
kerjasama antara Balai Litbangkes Baturaja dengan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Upaya
positif ini hendaknya dilakukan Balai Litbangkes Baturaja dengan universitas-universitas lain agar kita menjadi
salah satu cara untuk mencetak kader-kader peneliti untuk masa mendatang. (Nisa)