Hasil Litbangkes Berkiprah di FIT IAKMI

363

Lampung – “Riset implementatif penting dilakukan karena suatu kebijakan harus disesuaikan dengan daerah masing-
masing.”, demikian dikatakan Kepala Balitbangkes, Siswanto, dalam Forum Ilmiah Tahunan Ikatan Ahli Kesehatan
Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Lampung (18/10).

Menurut Siswanto riset implementatif juga penting dilakukan karena setiap kebijakan belum tentu berjalan dengan
baik. Salah satu contohnya adalah Riset Implementatif Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-
PK). Selain melakukan riset, para peneliti juga menjadi konsultan bagi pelaksana program didaerah.

Dalam forum yang dihadiri oleh ahli kesehatan masyarakat ini, Balitbangkes juga menggelar kelas Simposium bertema
“Keluarga Sehat, Indonesia Sehat”. Kelas simposium yang diinisiasi oleh Pusat Litbang Sumber Daya dan Pelayanan
Kesehatan ini dihadiri oleh ahli kesehatan masyarakat dari seluruh Indonesia, yang sebagian besar tak lain adalah
para pelaksana program kesehatan yang sehari-hari bekerja di Puskesmas maupun Dinas Kesehatan di daerah.

Ada tujuh penelitian yang disampaikan dalam simposium ini, yaitu Implementasi PIS-PK, Kesiapan Puskesmas dalam
Menjalankan PIS-PK; Pengelolaan PIS-PK di Kabupaten Lampung Utara; Pemanfaatan Data PIS-PK untuk Perencanaan
Kegiatan Puskesmas; Penguatan Tenaga Nusantara Sehat untuk PIS-PK Menyosong Indonesia Sehat; Penyediaan Vaksin
Berkualitas untuk Meningkatkan Capaian Imunisasi; dan Potret Sistem Rujukan Menuju Universal Health Coverage
(UHC).

Pada kesempatan ini Balitbangkes juga berpartisipasi dalam pameran dengan menampilkan informasi mengenai Riset
Implementatif PIS-PK, Riset Evaluatif Program Nusantara Sehat dan aplikasi penelusuran pustaka Balitbangkes.
(dian/af)