Harapan Mendapat Sertifikat Eliminasi Malaria

95

Purbalingga, Penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kepala Pusat Litbangkes Upaya Kesehatan Masyarakat, Ir. Doddy Izwardi, MA dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, drg. Hanung Wikantono, MPPM tentang Pengembangan Model Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penguatan Surveilans Migrasi Dan Pengendalian Larva Anopheles spp. telah dilaksanakan, disaksikan oleh Kepala Badan Liltbangkes, dr. Siswanto, MHP., DTM dan Bupati Kabupaten Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, SE., B.Econ., MM, di Auditorium operational room Graha Adiguna, 29 Agustus 2019.

Kerjasama dilakukan karena Kabupaten Purbalingga masih dinyatakan sebagai wilayah endemis malaria. Salah satu kegiatan untuk mendukung upaya eliminasi malaria yaitu kerjasama dalam rangka penguatan surveilans kasus dan vektor, serta peningkatan kapasitas sumber daya malaria. “Kami mengharapkan sekali, kabupaten Purbalingga mendapatkan sertifikat eliminasi malaria. Salah satu persyaratan eliminasi malaria, terpenuhinya tidak ada kasus yang indigenous selama 3 tahun terakhir”, ujar Dyah saat memberi sambutan setelah menandatangi perjanjian kerjasama.

Hasil-hasil penelitian seperti Riskesdas, Rifaskes, Risnakes dapat dimanfaatkan. Dari Riskesdas, dianalisis lebih mendalam, yaitu Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM). Dari hasil IPKM perkembangan dari Kabupaten Purbalingga tahun 2013, nomer 178 dari 514 kabupaten/kota. Tahun 2018 naik menjadi nomer 68, artinya, terjadi lompatan, kata Siswanto saat memberi sambutan. Hadir pada acara penandatangan kerjasama, Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga, Wahyu Kontardi, SH, Kepala Balai Besar Puslitbangkes Vektor dan Reservoir Penyakit, Joko Waluyo, BSc., ST., Dipl.EIA., MSc.PH, Kepala Balai Litbangkes Banjarnegara, Jastal, SKM., M.Si, dan beberapa peneliti di lingkungan Satuan Kerja Badan Litbangkes#EM