Hadapi Tantangan Kesehatan, Loka Litbangkes Pangandaran Rangkul Pemangku Kebijakan

574

Bandung – Loka Litbangkes Pangandaran bersinergi bersama pemangku kebijakan dalam menghadapi tantangan kesehatan daerah. Keterlibatan pemangku kebijakan ini sangat dibutuhkan dalam menyusun road map litbangkes tahun 2020-2024 untuk memberikan informasi mengenai prioritas program yang dilakukan dan ukuran apa yang dipakai dalam mencapai sasaran program.

“Kami harap pembuat kebijakan, dalam hal ini Dinas Kesehatan lebih banyak terlibat dalam perumusan kerangka konsep untuk menentukan kesuksesan  program”, ungkap Kepala Loka Libangkes Pangandaran, Rosiana Kali Kulla, dalam Rapat Kerja (Raker) Loka Litbangkes Pangandaran di Bandung, Jawa Barat (Selasa, 20/3).

Raker ini mengangkat tema “Sinergitas Kegiatan Litbangkes Dalam Menghadapi Tantangan Kesehatan Daerah”. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti Permenkes No.65 tahun 2017 yang mengamanahkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk melakukan riset operasional.

Senada dengan Rosiana, dalam sambutannya Nana Mulyana selaku Sekretaris Badan Litbangkes mengungkapkan bahwa raker kali ini menjadi sangat strategis untuk menindaklanjuti Rakerkesnas dan Raker Badan Litbangkes yang telah dilakukan sebelumnya.

Lebih lanjut Nana menuturkan bahwa UPT merupakan perwakilan Badan Litbangkes yang harus bersinergi dengan pemerintah daerah. “Melalui raker ini diharapkan Loka Pangandaran bisa berperan sebagai lembaga riset yang bisa mendukung riset kebijakan dan riset evaluasi kebijakan, baik di wilayah Jawa barat maupun Banten”, ungkap Nana.

Dihadiri jajaran eselon III Badan Litbangkes serta narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, raker ini dilaksanakan selama 3 hari (20-22 Maret). Raker ini akan menghasilkan road map litbangkes 2020-2024, Indikator Kinerja Kegiatan 2020-2024, serta road map jabatan fungsional peneliti 2020-2024. (cr)