Gerakan Pramuka Sebagai Agen Perubahan Untuk Pembangunan Kesehatan

53

Jakarta, Hasil penelitian yang dilakukan Badan Litbang Kesehatan menunjukan bahwa umur harapan hidup di Indonesia tergolong masih rendah.  Bahkan Indonesia masih kalah dengan negara tetangga seperti Malaysia.. Hal tersebut diungkapkan oleh Siswanto Kepala Badan Litbang Kesehatan  pada seminar  Kemah Nasional Kesehatan (Kemnaskes) ke IV 2019 di Bumi Perkemahan dan Griya Wisata Cibubur (30/9).

Selanjutnya, Siswanto menjelaskan hal ini dikarenakan oleh pola hidup yang tidak sehat. “Selain itu, Indonesia masih memiliki beban yaitu menangani  penyakit tidak menular yang meningkat sejak 5 tahun terakhir dan masalah stunting yang masih banyak terjadi di daerah-daerah,” kata Siswanto.

Untuk menurunkan angka dan  mencegah penyakit tidak menular, Kementerian Kesehatan telah menerapkan sebuah program CERDIK. Yaitu, cek kesehatan secara rutin, enyakan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres. Siswanto turut mengajak adik-adik Pramuka untuk bisa berpartisipasi dalam memasyarakatkan program CERDIK.

Gerakan Pramuka Saka Bakti Husada pada dasarnya merupakan agen perubahan untuk membangun kesehatan. Pengalaman krida juga harus dituangkan di dalam kehidupan nyata di  masyarakat. Menurut Siswanto, Pramuka harus kreatif  dan berkolaborasi dengan kader-kader kesehatan, ibu rumah tangga, PKK, Kepala Sekolah, dan kader Posyandu di lingkungannya. “Sehingga tujuan pembangunan kesehatan agar masyarakat Indonesia memiliki umur harapan hidup yang panjang, selama hidupnya sehat, dan menjadi masyarakat yang produktif bisa terwujud,” harap Siswanto. (IH)