Evaluasi Binwil Balitbangkes, Perlu Penajaman Rencana dan Inovasi

453

Bandar Lampung – Balitbangkes melakukan evaluasi pembinaan wilayah pada lima provinsi yang menjadi
tanggungjawabnya (25/11). Kelima provinsi yang dimaksud adalah Lampung, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan
Selatan dan Gorontalo. Pertemuan ini dilakukan untuk melihat bagaimana komitmen masing-masing daerah yang
dicanangkan pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional awal tahun ini dalam mendukung program prioritas Kemenkes, yaitu
eliminasi tuberkulosis, penurunan stunting dan peningkatan cakupan imunisasi.

Pada kesempatan ini Kepala Balitbangkes, Siswanto mengatakan pertemuan ini penting untuk melihat bagaimana
potret kesehatan kita saat ini dilihat dari berbagai data, seperti Riskesdas, Risnakes dan data riset lainnya
untuk selanjutnya menentukan target kedepan. Posisi saat ini pada beberapa indikator antara lain perbaikan gizi
balita, belum tercapainya target imunisasi dan prevalensi penyakit tidak menular yang memburuk. Pada 2019
mendatang perlu penajaman rencana dan inovasi yang meliputi identifikasi sumber dana, melakukan konvergensi,
perbaikan surveillans indikator SPM, serta monitoring dan evaluasi yang sistematis dan terukur.

Evaluasi pembinaan wilayah ini menguak bagaimana pembangunan kesehatan dilakukan dilihat dari implementasi
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, program pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis, upaya
mencegah dan menangani stunting, serta program imunisasi, baik imunisasi dasar lengkap maupun measles rubella
(MR) dan germas hasilnya menunjukkan perbaikan, namun masih ada gap dari target yang diinginkan. Oleh karena itu
lebih lanjut siswanto menegaskan perlunya ada inovasi kebijakan, baik level kebijakan strategis, manajerial
maupun kebijakan teknis.

Pertemuan ini juga menjadi ajang pembelajaran dengan melihat kisah sukses program kerja daerah lain. Seperti
keberhasilan Provinsi Lampung dalam cakupan imunisasi MR yang mencapai hingga 96,6%. Reihana yang menjabat
sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung berbagi informasi beberapa strategi yang telah dilakukan, antara
lain penyuntikan MR pada anak Gubernur Lampung yang menunjukkan tingginya komitmen kepala daerah serta
pelaksanaan imunisasi MR pada hari Sabtu dan Minggu di pusat-pusat perbelanjaan.

Tak ketinggalan Provinsi Gorontalo juga berbagi keberhasilan dalam upaya pencegahan stunting yang dilakukan
melalui pemberdayaan masyarakat, antara lain Tancap Nikah (Tanda Aman Calon Pengantin Saat Nikah), Gema Penting
(Gerakan Masyarakat Cegah Stunting), DTS (Desa Tanggap Stunting), Geliat Pohuato (Gerakan Peduli Ibu Anak
Sehat), Gear Ceting (Gerakan Masyarakat Sadar Cegah Stunting) dan Kohort Ijab Kabul.

Hadir pula Kepala Pusat Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kemenkes, Didik Budiyanto yang memberikan
penjelasan komprehensif mengenai Aplikasi Keluarga Sehat, yaitu aplikasi sistem informasi kesehatan daerah yang
berlaku secara nasional dan terintegrasi seluruh Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan
Provinsi dan Kemenkes. (dw)