Diharapkan Indonesia Memiliki Vaksin Sendiri Untuk Mengendalikan Covid-19

496

Jakarta, Penandatangan perjanjian kerjasama uji klinik vaksin sel dendritik SARS Cov-2, antara Badan Litbang Kesehatan dengan PT Rama Emerald Multi Sukses telah dilaksanakan. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 22 Oktober 2020, bertempat di ruang Dr. J. Leimena, kementerian Kesehatan. Penandatangan dilakukan oleh Kepala Badan Litbang Kesehatan, dr. Slamet, MHP dengan Sim Eng Siu, General Manager PT Rama Emerald Multi Sukses, disaksikan oleh Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto.

Kerjasama ini dikarenakan penularan virus corona masih terjadi dan terus bertambah. Slamet mengatakan bahwa data pemerintah masih terjadi peningkatan kasus pada Rabu sore, 21 Oktober 2020 memperlihatkan 4.267 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Sediaan vaksin diharapkan menjadi salah satu upaya untuk menghentikan laju virus SARS-CoV2.

Teknologi pengembangan vaksin telah banyak dikembangkan. Diantaranya vaksin yang berbasis personalized, dikenal dengan istilah dendritic cells vaccines. Salah satu lembaga yang sedang mengembangkan vaksin dengan menggunakan metode ini adalah AIVITA Biomedical Inc. yang berlokasi di Amerika Serikat. Perusahaan ini telah memberikan lisensi kepada PT. Rama Emerald Multi Sukses untuk mengembangkan vaksin tersebut di Indonesia. Saat ini  telah memasuki uji klinis fase 2 dan 3. Recana pelaksanaan uji klinis akan dilakukan pada bulan November 2020 di Provinsi Jawa Tengah. Uji klinis ini akan memenuhi standar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM). 

Dalam sambutannya, Terawan berharap agar pada bulan November uji klinik kita mulai. Kita berdoa bersama-sama mudah-mudahan semua berjalan lancar karena semua manufacture ada di Indonesia. Tidak ada kata yang paling indah selain bersyukur untuk ini semua. (EM, edit UAM)