Data dan Informasi Untuk Membuat Kebiajakan dan Intervensi Program

102

Gorontalo, Rapat kerja kesehatan daerah (Rakerkesda) pertama kali diselenggarakan setelah masa pandemi COVID-19. Diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Rakerkesda dengan tema “Pemanfaatan Data dalam Pengambilan Kebijakan dan Intervensi Program dalam mendukung Transformasi Kesehatan”, dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo, Dr. Idris Rahim, MM, Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), Dr. Nana Mulyana, didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dan Kepala Dinas Kabupaten/Kota, dan Direktur Rumah Sakit di Provinsi Gorontalo.

Kehadiran Dr. Nana Mulyana sebagai pembina wilayah Provinsi Gorontalo. Dalam arahannya , Nana menjelaskan bahwa data dan informasi, untuk membuat kebijakan dan intervensi program, bagaimana untuk mensukseskan transformasi kesehatan. Nana mengingatkan, suka tidak suka adanya covid-19 memberikan pelajaran berharga untuk kita. Lakukan terobosan-terobosan, salah satunya adalah transformasi kesehatan, jelas Nana. Juga disampaikan enam pilar transformasi dalam rangka mempercepat terwujudnya sasaran program kesehatan 2020-2024, yaitu:

  1. transformasi layanan primer,
  2. transformasi layanan sekunder,
  3. transformasi dalam rangka memperkuat resilensi sistem kesehatan,
  4. transformasi dalam memperkuat sistem pebiayaan kesehatan,
  5. transformasi memperkuat sumber daya manusia kesehatan,
  6. transformasi teknologi Kesehatan.

Pada Rakerkesda tahun ini, Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo berkesempatan membuka acara. Dalam sambutannya, Idris Rahim mengatakan bahwa data kesehatan di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi berbeda-beda. Idris berharap adanya koordinasi, sinergitas, dan kolaborasi untuk menangani kesehatan mandiri dan berkeadilan. Pada Rakerkesda kali ini, semoga dapat menghasilkan data yang akurat, agar penanganan dan perencanaan kesehatan yang saat ini sudah cukup baik, menjadi kesehatan yang prima. Hal ini merupakan prioritas  dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Sehubungan dengan prioritas pembangunan daerah, menjelang penutupan acara, disampaikan rencana tindak lanjut dari Rakerkesda ini sebagai berikut:

  1. Finalisasi dokumen rencana anggaran daerah (RAD) Provinsi terkait pemanfaatan data dalam pengambilan kebijakan dan intervensi program dalam mendukung transformasi kesehatan.
  2. Melakukan implementasi dengan fokus pada transformasi kegiatan yang mempunyai daya ungkit paling besar, dengan mengutamakan sinergitas dan konvergensi antar transformasi.
  3. Melakukan workshop identifikasi data

Pengembangan pemanfaatan data dalam pengambilan kebijakan dan intervensi program dalam mendukung transformasi kebijakan kesehatan pada tahun 2022.(em-ul)