Dari Wisuda Balita Hingga Saung Germas, Program Sehat di Gorontalo

612

Gorontalo – Menteri Kesehatan melihat langsung berbagai program kesehatan yang dilakukan oleh Provinsi Gorontalo pada hari kedua rangkaian kunjungan kerjanya bersama awak media (17/07), diantaranya Wisuda Balita, Syiar Germas, Fish to School, Pos Gizi, dan Saung Germas.

Wisuda Balita adalah program pemberian sertifikat kepada balita yang telah menyelesaikan imunisasi dasar lengkap. Program ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan imunisasi pada balita dan memotivasi ibu balita datang imunisasi ke Posyandu.

Ada juga Syiar Germas yang merupakan program layanan kesehatan melalui pendekatan budaya dan keagamaan untuk meningkatkan kesadaran berperilaku sehat. Program ini dilakukan setiap hari Jumat secara bergilir di semua masjid yang ada di wilayah Puskesmas dengan memberikan sosialisasi tentang aktifitas fisik, kampanye makan sayur dan buah dan pemeriksaan kesehatan jamaah.

Peran PKK dalam program Fish to School juga sangat baik dalam mensosialisasikan gerakan makan ikan di sekolah-sekolah. Didukung hasil sumber daya laut yang melimpah, PKK memperkuat kebiasaan makan ikan di masyarakat sehingga diharapkan gizi anak-anak dapat dimaksimalkan lebih baik.

Salah satu lokasi yang dikunjungi Menteri Kesehatan adalah SDN 1 Limboto. Di sekolah ini beragam perilaku sehat diperagakan anak-anak, diantaranya cuci tangan pakai sabun dan aksi sarapan bersama. Sarapan berkonsep program isi piringku ini menekankan pada asupan gizi seimbang pada anak yang disesuaikan dengan makanan lokal. Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan membagikan buku tulis kepada siswa dan buku rapor catatan kesehatan kepada Kepala Sekolah SDN 1 Limboto.

Buku tulis yang dibagikan memiliki keunikan dibanding biasanya karena dibagian cover dalam terdapat gambar komik dengan pesan-pesan kesehatan. “Ini merupakan contoh yang baik, buku tulis ini kan bisa dipakai selama setahun, didalam lembar ini kita manfaatkan untuk pesan-pesan kesehatan, bisa dibuat satu cerita, ikonnya disini anak-anak khas dari masing-masing provinsi. Saya juga usul buat pencetak buku tulis, bukannya saya tidak suka mickey mouse tapi mungkin bisa lebih bagus lagi pesan-pesan edukasi diberikan disini” tutur Menkes.

Setelah bercengkerama dengan anak-anak SD, Menteri Kesehatan bertolak ke desa Haya-haya. Di desa ini Menteri Kesehatan dan para awak media diperlihatkan aktivitas masyarakat setempat dalam kegiatan Pos Gizi. Pos Gizi merupakan kegiatan inisiatif dari warga berupa intervensi gizi balita di lingkungan sekitar desa, tujuannya untuk menurunkan angka gizi buruk dan gizi kurang, mempertahankan status gizi yang sudah baik dan mencegah terjadinya gizi buruk dan kurang  dimasa yang akan datang.

Desa Iluponu menjadi lokasi terakhir yang dikunjungi Menteri Kesehatan. Warga Iluponu berinisiatif membuat Saung Germas. Di saung ini segala aktifitas kesehatan digelar. Menteri Kesehatan, Kepala Badan Litbang Kesehatan dan Staf Ahli Menteri menyematkan tanda wisuda dan memberikan sertifikat kepada balita secara langsung. Menkes juga berdialog dengan tim Nusantara Sehat serta melihat secara langsung penandatanganan komitmen dan dukungan pemerintah daerah terhadap kampanye dan introduksi vaksin MR (Measles Rubella) yang akan diadakan pada Agustus sampai dengan September yang akan datang. (AF)