Cara Tergabung Ke Dalam Jejaring Pemeriksa Covid-19 Kemenkes RI

2483

Saat ini pemerintah telah memperketat syarat penerbangan sebagai salah satu upaya pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia. Calon penumpang diwajibkan menunjukkan hasil tes swab PCR yang dikeluarkan laboratorium pemeriksa Covid-19 yang sudah terdaftar pada aplikasi new allrecord (NAR) Kementerian Kesehatan RI. Agar hasil pemeriksaan swab PCR di laboratorium dapat digunakan untuk penerbangan, simak cara mendapatkan akun fasyankes pengirim spesimen dan akun laboratorium pemeriksa yang tergabung dalam Laboratorium Jejaring Pemeriksa Covid1-9 berikut ini:

Cara mendapatkan akun sebagai fasyankes pengirim spesimen (Puskesmas, Klinik, atau Rumah Sakit)

  1. Fasyankes pengirim atau pengambil spesimen menghubungi Dinas Kesehatan Provinsi melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
  2. Dinas Kesehatan Provinsi akan berkoordinasi dengan Badan Litbangkes melalui Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan untuk meminta akun (username dan password) fasyankes tersebut untuk menjadi fasyankes pengirim spesimen.
  3. Badan Litbangkes melalui Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan akan memberikan akun (username dan password) fasyankes tersebut kepada Dinas Kesehatan Provinsi.
  4. Dinas Kesehatan Provinsi memberikan akun fasyankes melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
  5. Fasyankes diwajibkan menginput data pasien dan riwayat pengambilan spesimen melalui aplikasi NAR.
  6. Jika hasil pemeriksaan pasien sudah diinput oleh laboratorium pemeriksa maka secara real time fasyankes bisa mengetahui hasil tersebut melalui aplikasi NAR.


Cara mendapatkan akun sebagai laboratorium pemeriksa (Laboratorium atau Rumah Sakit)

  1. Laboratorium pengusul berkirim surat kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Cc. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat, memberitahukan kesiapan menjadi laboratorium pemeriksa Covid-19 dengan melampirkan persyaratan sesuai dengan yang tercantum pada KMK nomor HK.01.07/MENKES/4642/2021 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pemeriksaan Covid-19 dalam bentuk checklist.
  2. Dinas Kesehatan dan laboratorium pembina provinsi akan melakukan supervisi dan menilai ulang kesesuaian dan kelengkapan persyaratan sesuai dengan KMK nomor HK.01.07/MENKES/4642/2021.
  3. Apabila telah sesuai, Dinas Kesehatan Provinsi mengirimkan usulan dengan bersurat kepada Kepala Badan Litbangkes dengan tembusan ke Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Kesehatan (emali tu.bkpk@litbang.kemkes.go.id cc tukapusbtdk@gmail.com) perihal keinginan menjadi laboratorium jejaring pemeriksa Covid-19 nasional dengan melampirkan:
    – Pernyataan laboratorium tersebut sudah memenuhi semua persyaratan dan merekomendasikan untuk masuk ke dalam jejaring laboratorium pemeriksa Covid-19
    – Melampirkan hasil assessment yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi bersama laboratorium pembina provinsi
    – Menyebutkan metode, merek alat, dan reagen yang digunakan
    – Meminta akun sebagai laboratorium pemeriksa
  4. Pernyataan laboratorium tersebut sudah memenuhi semua persyaratan dan merekomendasikan untuk masuk ke dalam jejaring laboratorium pemeriksa Covid-19
  5. Melampirkan hasil assessment yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi bersama laboratorium pembina provinsi
  6. Menyebutkan metode, merek alat, dan reagen yang digunakan
  7. Meminta akun sebagai laboratorium pemeriksa
  8. Selanjutnya laboratorium pemeriksa melakukan uji validasi dengan mengirimkan 20 spesimen positif dan 10 spesimen negatif ke laboratorium rujukan nasional pemeriksa Covid-19 yaitu Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Kementerian Kesehatan.
  9. Jika lulus uji validasi maka laboratorium akan diberikan akun sebagai laboratorium pemeriksa Covid-19 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan melalui Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan.
  10. Laboratorium diwajibkan melaporkan hasil pemeriksaan swab PCR ke dalam aplikasi NAR secara real time.

(Penulis: Ripsidasiona | Fotografer: Ahdiyat Firmana)