Capaian Pembangunan Kesehatan 2017

282

Jakarta – Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek memberikan keterangan tentang capaian kinerja Kementerian Kesehatan 2017 dalam Jumpa Pers Awal Tahun pada Rabu, 10 Januari 2018. Capaian kinerja ini meliputi program-program yang telah dirancang, antara lain Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemenuhan SDM kesehatan, pembangunan dan peningkatan mutu infrastruktur kesehatan, dan pelayanan kesehatan.

Menteri Kesehatan memberikan penjelasan pemanfaatan JKN yang terus meningkat. Tahun 2014 sebesar 92,3 Juta, tahun 2015 sebesar 146,7 Juta, tahun 2016 sebesar 192,9 Juta, dan pada Oktober 2017 sebesar 182,7 juta. “Hampir 200 juta masyarakat kita sudah mendapat perawatan di rumah sakit.”, ujarnya.

Dalam upaya peningkatan akses pelayanan kesehatan di Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) hingga akhir tahun 2017, Kementerian Kesehatan telah menempatkan 6.316 tenaga kesehatan yang terdiri dari Nusantara Sehat secara team based sejumlah 2.486 orang, Nusantara Sehat secara individu sejumlah 1.663 orang, Wajib Kerja dokter spesialis sejumlah 870 orang dan penugasan khusus calon dokter spesialis sejumlah 1.297 orang.

“Penguatan layanan primer sebagai gate keeper sangat diperlukan., jelas Nila. Lebih lanjut Menteri Kesehatan mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan telah membangun 124 Puskesmas di daerah perbatasan.

Upaya pengendalian penyakit juga menjadi perhatian antara lain HIV AIDS, TB, Malaria dan Filariasis melalui berbagai terobosan dan inovasi, antara lain Temukan ODHA secara dini, segera obati dan Pertahankan pengobatan ARV (TOP), Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TB, pemberian kelambu di daerah endemis malaria dan Bulan Elminasi Kaki Gajah (BELKAGA).

Dalam kesempatan ini Kepala Badan Litbang Kesehatan, dr. Siswanto memberikan penjelasan mengenai Riskesdas yang telah dilakukan tiga kali yaitu pada tahun 2007, 2010 dan 2013. Siswanto mengatakan Riskesdas yang akan di gelar tahun ini akan dilakukan pengukuran status kesehatan serta determinan yang mempengaruhinya. Riskesdas 2018 akan terintegrasi dengan Susenas dengan sampel yang sama. Riset ini terdiri dari 30.000 blok sensus yang datanya akan mewakili sampai dengan kabupaten/kota. Pengumpulan data akan dikumpulkan pada bulan April dan Mei mendatang. (dw)