Plt. Kepala Balitbangkes Inginkan Perubahan Strategi Pemeriksaan RT-PCR

689
Sumber foto : Biro Komyanmas, Kemenkes

Presiden Jokowi dalam arahannya mengingikan adanya percepatan pelaksanaan tes Covid-19 dengan target 10.000 pemeriksaan perhari. Plt. Kepala Badan Litbangkes, Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp. THT, MARS, dalam wawancara pada Radio Elshinta, Selasa, 5 Mei 2020, membahas upaya Kementerian Kesehatan untuk mencapai target tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Kadir menyampaikan saat ini ada 41 laboratorium yang sudah beroperasional dari 89 laboratorium pemeriksaan Covid-19. Kapasitas dalam 1 mesin PCR bisa mencapai 300 sampel per hari, sehingga 41 laboratorium ini dapat memeriksa 12.300 sample per hari. Tapi harus dibedakan kapasitas tersedia dengan terpakai. “Kapasitas laboratorium baru terpakai sekitar 5000an,  karena sampel yang masuk terhitung masih sedikit. Artinya kapasitas laboratorium belum maksimal terpakai,” jelas Pak Kadir.

Menurut Prof Kadir, harus ada perubahan strategi pemerintahan dalam pemeriksaan RT-PCR. Sekarang ini yang diperiksa dengan RT-PCR hanya pasien yang ODP, PDP, serta pasien yang spesimenya dirujuk dari Rumah Sakit. Maka jumlah sampel/spesimen masih sedikit.

“Apabila ingin melakukan pemeriksan PCR secara massif, maka pertama, semua pasien di RS baik yang kena covid atau bukan covid semua diperiksa. Kedua, semua orang yang dikarantina, karena ODP, PDP atau mudik harus di tes semua. Ketiga, orang yang dekat dengan pasien positif, missal serumah, sekantor, semuanya diperiksa. Keempat adalah semua nakes di RS yang terpapar, kata Prof. Kadir.

Selanjutnya, Prof Kadir menjelaskan lambatnya hasil pemeriksaan bukanlah semata-mata faktor laboratorium. Persoalannya adalah ada daerah yang belum memiliki lab untuk melakukan RT-PCR, karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendirikan laboratorium. Pertama, harus ada mesing PCR; kedua, memenuhi standar Bio Safety Level-3 (BSL-3) atau minimal BSL-2 dengan pengamanan khusus penyakit infeksi; ketiga, harus memiliki SDM yang terlatih.

Menutup wawancara, Prof Kadir berpesan kepada masyarakat, bahwa dalam memerangi Covid-19 adalah tanggung jawab kita semua. Masyarakat jangan sampai terinfeksi Covid-19 dengan tetap berada di rumah, dengan begitu tidak ada kontak dengan pasien positif covid-19 sehingga memutus mata rantai penularan. Perilaku hidup bersih dan sehat, selalu menggunakan masker saat keluar rumah, rajin cuci tangan dengan sabun, dan tidak melakukan mudik. “Pemberdayaan masyarakat ini adalah garda terdepan,” tutup Prof. Kadir. (FNW/NF)