Capacity Jejaring untuk Program yang Lebih Baik

504

Serpong, “Kita berharap ke depannya bisa mengidentifikasi masing-masing penyakit baru dari segi kecepatan menular maupun dari segi virulensi penyakit, “ harap Slamet dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Riset dan Inovasi 2021 yang dilaksanakan tanggal 29 Februari 2021. Pada Sesi Pleno IV dengan topik ‘Masa Depan Lembaga Eijkman,’ Kepala Badan Litbangkes: Slamet menjadi pembahas. Sesi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Rakornas tersebut.

Sebelumnya Slamet berharap agar Lembaga Eijkman dapat menjadi kebanggaan bersama dan menjadi pionir di dalam konteks kedokteran presisi. Prediksi di masa depan, tidak hanya pelayanan kesehatan kuratif yang ditujukan spesifik kepada orang, namun pelayanan kesehatan preventif dan promotif. Hal ini sudah terprediksi pada ranah penyakit tidak menular, sisi preventif maupun promotif dapat diidentifikasi problematikanya dengan keilmuan kedokteran genomik. Pada ranah penyakit menular, adanya pandemi membuktikan bidang genomik molekular yang merupakan ranah kedokteran presisi, berkembang lebih pesat ditunjukkan dengan uji diagnostik penyakit yang memanfaatkan identifikasi virus secara genomik.

Saat ini yang masih menjadi kendala bagi bangsa Indonesia adalah keterbatasan dari segi kapasitas laboratorium, baik dari sisi sumber daya manusia, juga terbatasnya fasilitas pendukung BSL3 yang mampu melakukan Whole Genom Sequencing (WGS). Lembaga Eijkman telah memiliki kapasitas tersebut dan juga sudah berpartisipasi aktif dalam kegiatan Jejaring Laboratorium Pemeriksa Covid-19. Sehingga diharapkan Badan Litbangkes sebagai kordinator jejaring, bersama Lembaga Eijkman serta lembaga lain yang berkompeten dapat mempimpin terjadinya pertukaran pengetahuan serta kemampuan dalam WGS.

sebelumnya, Amien Soebandrio selaku Ketua Lembaga Eijkman telah menyampaikan paparan yang berisikan sejarah, visi misi, tujuan, master plan hingga pengembangan yang telah dilakukan oleh Lembaga Eijkman. Dalam paparannya Amien menyampaikan visi Lembaga Eijkman adalah menjadi lembaga ilmu pengetahuan dan teknologi terkemuka bertaraf internasional dalam bidang biologi molekuler kedokteran untuk kesejahteraan manusia. Adapun misi yang diemban yakni mengembangkan ilmu pengetahuan fundamental dalam bidang biologi molekuler kedokteran; mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi genomik dan bioinformatik; serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi biologi molekuler translasional.

Menjawab paparan yang disampaikan Amien, Slamet berharap agar masterplan Lembaga Eijkman dapat terwujud sehingga dapat menjadi kebanggan Bangsa Indonesia bahkan dunia.

Pada akhir pembahasan, Slamet menyampaikan harapannya agar melakukan capacity building jejaring karena hal tersebut penting agar dapat terlembaga dan terprogram dengan baik sehingga pelayanan laboratorium bisa betul-betul memberikan kontribusi kepada seluruh rakyat Indonesia.

Kementerian Riset dan Teknologi – BRIN menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional Riset dan Inovasi 2021 mengusung tema “Sinkronisasi Program dalam Pencapaian Target Kinerja Riset Invasi Nasional Tahun 2021”. Kegiatan ini telah berjalan sejak tanggal 27 dan akan berakhir pada tanggal 30 Januari 2021 berlokasi di Graha Widya Bhakti, Puspiptek, Tangerang Selatan. Kegiatan yang berlangsung secara daring dan luring dihadiri antara lain oleh perwakilan Kementerian/ Lembaga dan Lembaga Pemerintahan Nonkementerian.  Walaupun berlangsung secara luring namun protokol kesehatan tetap dijalankan dengan memakai masker, menggunakan handsanitizer dan menjaga jarak antar peserta. (Evi Suryani)