Bupati Raja Ampat Nilai Nusantara Sehat Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Daerahnya

138
Penyerahan laporan Riskesdas 2018 oleh Kepala Balitbangkes kepada Bupati Raja Ampat disaksikan Sekretaris Balitbangkes di kota Waisay (9/5/2019)

Waisay– Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) dan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) mengadakan kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Raja Ampat. Tim terpadu dipimpin Kepala Balitbangkes disambut Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati (9/5/2019).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Raja Ampat Ferdinand Rumsowek menyampaikan titik berat yang akan dibahas dalam pertemuan adalah isu-isu pembangunan kesehatan terkait sdm kesehatan, dalam hal ini tim Nusantara Sehat (NS) yang berada di daerah Raja Ampat. Selain itu juga akan disampaikan juga Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes).

Ferdinand Rumsowek menyebutkan dengan suasana pertemuan berlangsung tidak formal, tetap diharapkan dapat memberikan masukan dan harapan pemerintah daerah Kabupaten Raja Ampat untuk kelancaran pembangunan kesehatan. Termasuk menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi saat melaksanakan pelayanan dan pembangunan kesehatan dan dukungan akan keberadaan tenaga NS dalam pelayanan kesehatan.

Pertemuan dihadiri Asisten Tiga Pemda Raja Ampat dan Sekretaris Dinkes beserta jajaran pimpinan dan staf dinas kesehatan lainnya termasuk Direktur Rumah Sakit Raja Ampat. Tim terpadu Kementerian Kesehatan terdiri dari Sekretaris Balitbangkes Nana Mulyana beserta jajaran staf, Kepala Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP), perwakilan Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan (Pusrengun) SDMK BPPSDMK, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat serta Tim Teknis dan Penanggungjawab Teknis (PJT) Provinsi Papua Barat Rifaskes 2019.

Bupati Abdul Faris Umlati mengemukakan siap menerima koreksi dan masukan sekiranya dalam program kesehatan yang telah dibuat selama ini, harus ditingkatkan dari sisi peranan pemerintah daerah. Tak lupa memberikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan yang sangat memberikan peran aktifnya baik dari sisi program, sarana dan prasarana, serta tenaga kesehatan yang diperlukan oleh kabupaten yang dikenal memiliki ribuan pulau ini.

Menurut Abdul Faris Umlati kendala kesehatan yang sering ditemui adalah dari sisi geografis terkait daerah kabupaten raja ampat harus dilalui lewat laut dan ada tantangan karena jaraknya yang begitu jauh. Tetapi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hadir ditengah-tengah masyarakat melalui tenaga NS, hal itu sangat positif. Sayangnya menurut bupati hanya beberapa kampung saja. Harapannya seluruh kampung didatangi tenaga NS.

Secara realita NS sangat membantu Pemda Raja Ampat. “Pertama, tenaga NS betah tinggal di lokasi dan melaksanakan tugas dibandingkan tenaga kesehatan yang berasal dari daerah Raja Ampat sendiri”, ungkap Bupati Abdul Faris Umlati.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada Kemenkes yang dalam dua tahun ini memberikan dana alokasi khusus (DAK) afirmasi puskesmas untuk penyediaan sarana, prasarana dan alat kesehatan di Puskesmas daerah terluar perbatasan dan terpencil kepulauan.

Sambutan Kepala Balitbangkes Siswanto diawali dengan penyampaian selamat kepada Kabupaten Raja Ampat yang sedang berulang tahun ke-16. Siswanto menyebutkan kedatangan tim untuk melakukan supervisi atau kunjungan terpadu.

Inti kunjungan ada tiga hal yaitu melihat tim maupun individu NS yang ditempatkan di Raja Ampat. Kunjungan di lakukan di Puskesmas Urbinasopen dan Yenbekwan. Kedua, terkait dengan Rifaskes. Menurut Kepala Balitbangkes dari data Rifaskes dapat digunakan salah satunya menyusun perencanaan formasi tenaga kesehatan dan ketiga terkait Studi Status Gizi Balita (SSGBI) yang secara khusus dilakukan untuk penanggulangan stunting balita pendek atau kerdil yang menjadi program prioritas pemerintah.

Siswanto mengemukakan program Presiden RI di bidang kesehatan ada tiga, yaitu Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, dan Indonesia Sejahtera. Ketiga hal ini sebenarnya merupakan indeks pembangunan manusia yang dijabarkan kedalam indikator sehat, pintar dan produktif.

Oleh Kemenkes, Indonesia Sehat diterjemahkan menjadi tiga program yaitu paradigma sehat untuk mendorong perilaku hidup sehat. “Makanya ada Germas dan PIS-PK”, jelas Kepala Balitbangkes.

Kedua, meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan. Untuk daerah terpencil kepulauan dibantu dengan mendirikan Puskesmas baru melalui DAK fisik termasuk untuk tenaganya melalui NS.  Program ketiga mengenai kepersertaan dalam jaminan kesehatan nasional (JKN).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Balitbangkes menyampaikan saran jika NS masih diperlukan bisa mengirimkan usulan ke Kemenkes. Saat ini, ada enam tim NS di Raja Ampat. Keberadaan tim NS untuk memperkuat manajemen Puskesmas baik menyangkut perencanaan, microplanning, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat baik di dalam maupun luar gedung. Siswanto berharap tim NS bisa menyatu dengan tim puskesmas yang sudah ada sehingga ada penguatan dan kesinambungan. Untuk kesinambungan yang sudah ada, jika NS yang tim sudah tidak ada, bisa diusulkan NS individu.

Kepala Balitbangkes menyampaikan Kemenkes mendukung untuk pelayanan kesehatan, khususnya untuk wisatawan internasional. Mengingat Raja Ampat adalah daerah kunjungan wisata (Health Tourism) seperti di Bali.

Zakaria dari Pusrengun SDMK mengemukakan secara umum Badan PPSDMK menjadikan Kabupaten Raja Ampat sebagai bagian dari lokasi prioritas penempatan tenaga NS. Dari 12 provinsi, 42 kabupaten dan 187 kecamatan yang menjadi lokasi prioritas, sebagian besar berada di Raja Ampat.

Saat ini hampir semua Puskesmas di Raja Ampat dari 19 Puskesmas yang ada 18 diantaranya mendapat nusantara sehat. 5 adalah tim NS berjumlah 27 tenaga kesehatan dan 41 individu. Telah ditempatkan juga Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS).

“Kami mengharapkan ada usulan perpanjangan NS dari Kabupaten Raja Ampat”, tutur Zakaria. Khususnya tim NS yang berakhir pada tahun 2019, sebagaimana dialami di Puskesmas Urbanisopen yang akan berakhir di bulan Agustus 2019. Zakaria mengatakan penempatan NS dalam bentuk tim hanya satu periode. Kalaupun ada pengganti di periode berikutnya, itu adalah tim yang lain. Namun jika ada tim lama yang masih dibutuhkan, silahkan diusulkan melalui individu. Hal ini membutuhkan dukungan kabupaten/kota dan provinsi.

Viktor Eka Nugrahaputra dari Dinkes Provinsi Papua Barat menuturkan akhir-akhir ini pemerintah pusat melalui Kemenkes menunjukkan perhatian yang lebih kepada Provinsi Papua Barat dibandingkan waktu-waktu sebelumnya. “Hal ini tidak bisa lepas upaya kita di daerah yang tidak tanggung-tanggung berbuat semaksimal mungkin”, kata Viktor Eka Nugrahaputra.

Dalam beberapa even, Provinsi Papua Barat bisa menunjukkan prestasi yang membanggakan dari daerah timur Indonesia. Sebagai contoh dalam kampanye vaksinasi Measles (campak) dan Rubella, Papua Barat menduduki provinsi yang pertama di Indonesia Timur yang bisa mencapai dan bahkan melampaui target. Menteri Kesehatan telah memberikan apresiasi dan penghargaan atas kerja keras dan prestasi tersebut. 

Viktor Eka Nugrahaputra melihat Kabupaten Raja Ampat dan Sorong Selatan sebagai kabupaten yang cukup memberikan respon yang baik terhadap program-program yang ditawarkan oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan mitra-mitra pembangunan dari luar.

Kepala B2P2VRP  Joko Waluyo dalam kesempatan itu menyebutkan lembaga yang dipimpimnya merupakan UPT dari Badan Litbangkes. “Peran kami adalah mendukung pengendalian penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh vektor seperti nyamuk, lalat, kecoa, dan tikus”, ungkapnya lebih lanjut.

B2P2VRP telah melakukan riset vektora yang telah dilakukan dari 2016 sampai sekarang. Di Papua Barat sudah dilakukan pada tahun 2016, hasilnya sudah ada dan bisa diakses melalui website Badan Litbangkes.

Menurut Joko Waluyo, B2P2VRP mendukung diagnosis terhadap penyakit-penyakit yang belum jelas penyebabnya. Termasuk dukungan pelatihan untuk sumber daya dan laboratorium.

Sebagian tim Kemenkes yang datang ke Raja Ampat berfoto bersama dengan Bupati Abdul Faris Umlati

Papua Barat sebagai salah satu wilayah sampel Rifaskes 2019 merupakan wilayah yang menjadi koordinasi B2P2VRP. Kegiatan pengumpulan data saat ini tengah dilakukan. Khusus di Raja Ampat, dilakukan di 19 Puskesmas. Tujuannya untuk melihat kesiapan pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN). Saat ini tim enumerator tengah di lapangan. Diharapkan tanggal 22 Mei semuanya bisa diselesaikan.

Dalam kunjungan selama 2 hari di Raja Ampat, Kepala Balitbangkes Bersama rombongan melakukan kunjungan kerja di Puskesmas Urbinasopen (9/5/2019) dan Puskesmas Yenbekwan (10/5/2019).

Kunjungan kerja di Puskesmas Urbinasopen dilakukan dalam bentuk pertemuan antara Kepala Balitbangkes dan Kepala Puskesmas Urbinasopen Ece Mamoribo beserta staf Puskesmas lainnya dan tim NS. Tim NS yang ditempatkan terdiri dari 5 personal NS yang ditempatkan sebagai tim dan 1 orang merupakan NS individu. Ece mamoribo mengharapkan NS dapat dilanjutkan dan berharap memperoleh tenaga NS dokter dan analis.

Kedatangan Kepala Badan Litbangkes dan rombongan disambut Kepala Puskesmas Yenbekwan Gunawan Bondahara (10/5/2019)

Ditengah suasana terik dan menyengat, rombongan Kemenkes yang diantar speedboat melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Yenbekwan keesokan harinya. Keadaan pantai begitu mempesona dengan hamparan pasir putih memanjang dan air laut begitu jernih serta banyaknya ikan laut berenang di dekat pantai tanpa takut tertangkap menandai perjalanan tim ke Puskesmas Yenbekwan.

Kunjungan untuk melihat kegiatan pengumpulan data Rifaskes sekaligus bertemu dengan Kepala Puskesmas dan jajarannya beserta tim NS yang bertugas. Kedatangan tim di dermaga disambut kepala Puskesmas Yenbekwan Gunawan Bondahara.

Dalam pertemuan itu, terungkap permasalahan yang dialami NS adalah masalah air bersih yang sulit diperoleh. Ada dua tenaga NS individu yang ditempatkan di puskesmas ini.

Supervisi Kepala Balitbangkes saat kegiatan pengumpulan data SSGBI di rumah responden di Kampung Dobonsolo Kabupaten Jayapura.

Kepala Badan Litbangkes secara terpisah kemudian melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Jayapura Provinsi Papua selama dua hari (11-12 Mei). Kunjungan kerja untuk melakukan supervisi dan monitoring kegiatan pengumpulan data (Puldat) Rifaskes di Puskesmas Sentani dan Puldat SSGBI di Kampung Dobonsolo Kabupaten Jayapura.

Perjalanan Kepala Balitbangkes diakhiri dengan pertemuan dan jamuan makan malam dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giyai didampingi Kepala Balai Litbang Kesehatan Papua Antonius Oktavian beserta staf. (ali)