Bicara Riskesdas di Pameran Pembangunan Kesehatan

633

Tangerang.“Tok…tok…tok, Selamat Pagi, Bolehkah kami mengetahui berapa penghasilan Bapak?”

“Tok…tok…tok, Selamat pagi, bolehkan kami mengukur lingkar perut bapak?”

Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Agus Suprapto memperagakan bagaimana enumerator
mengumpulkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dalam talkshow yang digelar dalam rangkaian Pameran
Pembangunan Kesehatan di Indonesia Convention Exibition Tangerang (08/11).

Pada kesempatan ini Agus Suprapto memberikan penjelasan sederhana mengenai Riskesdas agar masyarakat memahami
perbedaan antara survei Susenas yang dilakukan oleh BPS dan survei Riskesdas yang dilakukan oleh Kementerian
Kesehatan.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) adalah salah satu riset skala nasional yang berbasis komunitas dan telah
dilaksanakan secara berkala oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI, yaitu di tahun 2007, 2010 2013, dan 2018. Hasil
Riskesdas telah banyak dimanfaatkan baik itu untuk tujuan perencanaan, maupun pemantauan dan evaluasi program
pembangunan kesehatan baik di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota.

Riskesdas 2018 dilakukan untuk menilai status kesehatan masyarakat dan determinan yang mempengaruhinya, menilai
perubahan indikator status kesehatan masyarakat dan determinan yang mempengaruhinya, serta menilai perubahan
Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) hasil pembangunan kesehatan di Kabupaten/Kota di Indonesia.

Pengunjung pameran juga bisa memperoleh informasi hasil Riskesdas yang telah diluncurkan Menteri Kesehatan di
booth stand Balitbangkes. Selain Riskesdas beragam hasil penelitian ditampilkan Balitbangkes ditampilkan antara
lain hasil penelitian TB, Rikhus Vektora, malaria, tanaman obat, filariasis, tes garam, dan penelitian mengenai
dapsone sensitivity syndrom. (MS)