Berkolaborasi dengan USAID, Badan Litbang Kesehatan Perkuat Kemampuan Analisis Peneliti

374

Jakarta – Berkolaborasi dengan USAID melalui Health Policy Plus (HP+), Badan Litbang Kesehatan menggelar Lokakarya Metodologi dan Analisis Data Kesehatan Maternal dan Neonatal di Jakarta (9-10/7/2018). Lokakarya ini dilakukan untuk memperkuat kemampuan analisis para peneliti dalam merumuskan riset-riset yang terkait dengan kesehatan maternal dan neonatal.

Analisis data kesehatan maternal dan neonatal dalam lokakarya ini dilakukan dalam tiga konteks keterlambatan, yaitu terlambat mengambil keputusan, terlambat akses ke fasilitas kesehatan dan terlambat mendapat penanganan.

Dede Anwar Musadad selaku Principal Investigator (PI) mengatakan dalam lokakarya ini analisis dilakukan dengan mengompilasi data kompleks. Lebih lanjut anwar menjelaskan lokakarya ini juga sebagai self assesment terkait manajemen dan analisis.

Pada kesempatan ini Prof. Budi Utomo yang berperan sebagai co-PI menuturkan bahwa topik riset yang bagus terkait dengan isu besar. Kebaruan isu, metode dan analisis juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Salah satu peserta lokakarya, Suparmi mengaku lokakarya ini sangat bermanfaat. “Workshop ini memperkaya informasi tentang framework kesehatan maternal dan neonatal, bagaimana membuat working data file dengan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) dan yang paling utama memberikan pencerahan bahwa semua data bermanfaat, bahkan data sejelek apapun pasti bisa memberikan informasi bagi penggunanya.”, jelas peneliti Pusat Upaya Kesehatan Masyarakat ini.

Lokakarya ini diikuti oleh 20 orang peneliti perwakilan dari satuan kerja Badan Litbang Kesehatan dan dibimbing oleh Prof. Prof. Meiwita Budiharsana dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. (Dian)