Berhasil Turunkan Angka Stunting, Gorontalo dikunjungi Menkes

274

Gorontalo – Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M(K) melakukan kunjungan kerja di Provinsi Gorontalo bersama wartawan dari berbagai media massa (16/08) untuk melihat secara langsung capaian pembangunan kesehatan setempat. Selaku pembina wilayah, Kepala Badan Litbang Kesehatan, dr. Siswanto, MHP, DTM mendampingi Menteri Kesehatan di seluruh rangkaian kegiatan.

Salah satu yang menonjol adalah menurunnya angka stunting dari 36,5 persen di tahun 2015 menjadi 31,7 persen di tahun 2017. Upaya-upaya yang telah dilakukan antara lain pembelajaran ilmu gizi berbasis makanan khas daerah Gorontalo pada tingkat SD sampai SMA sederajat, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil KEK, serta sosialisasi dan pemberian tablet Fe pada remaja putri.

Capaian lainnya adalah Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta) yang terintegrasi JKN, alokasi anggaran kesehatan lebih dari 10 persen, terbitnya Perda Kawasan Tanpa Rokok, program Bank Darah yang bekerjasama dengan Kodim dan Polda, pembangunan RSUD Provinsi, serta komitmen vaksinasi MR.

Keberhasilan Gorontalo tak lepas dari tingginya komitmen pimpinan daerahnya. Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menegaskan komitmennya terhadap kesehatan dengan menerbitkan program prioritas yang salah satu unsur utamanya bidang kesehatan. “Pada tanggal 12 Februari 2012, sebulan setelah dilantik pada periode pertama, kami mengeluarkan Perda Jamkesta, mengapa kami mengeluarkan perda ini? Karena kesehatan itu yang sangat dirasakan masyarakat.” kata Rusli.

Menteri Kesehatan mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan pemerintah daerah dan mengingatkan pentingnya konten lokal untuk dikembangkan. “Yang terpenting porsi konsumsi anak-anak mencukupi, misalnya karbohidrat kalau disini ada jagung, kemudian sayurnya ada bunga pepaya atau jantung pisang, pisang buah-buahannya” tutur Menkes.

Pada kesempatan ini, Menteri Kesehatan juga melihat secara langsung para siswi meminum tablet penambah darah di SMK 1 Lomboto. Program ini dilakukan UKS secara berkala sebagai upaya preventif bagi siswi yang kelak akan menikah dan bereproduksi agar terhindar dari anemi pada saat hamil. Seperti diketahuibahwa anemi adalah salah satu faktor risiko yang mempengaruhi tingginya angka kematian ibu di Indonesia.

Termasuk dalam rangkaian kunjungan Menteri Kesehatan adalah kunjungan ke RSUD dr. Hasri Ainun Habibie dan temu media dengan media nasional baik cetak dan TV, media online, blogger dan vlogger.(AF)