Balitbangkes Siap Lakukan Riset Evaluasi Vaksinasi Covid-19

911

Saat ini Indonesia merencanakan pelaksanaan pemberian vaksin COVID-19 terbagi dalam 4 tahap. Tahap pertama di mulai Januari 2021 untuk tenaga kesehatan dan direncanakan selesai dalam 15 bulan untuk 181,5 juta jiwa penduduk Indonesia. Hal tersebut dikatakan oleh Slamet Kepala Badan Litbangkes saat Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Studi Manajemen Logistik Vaksin Covid-19 pada Rabu, 17 Februari 2021.

Slamet menjelaskan, vaksin sebagai salah satu jenis sediaan biologis rentan terhadap perubahan lingkungan. Sejumlah vaksin pada umumnya disimpan pada suhu 2-8 derajat celsius. Vaksin yang disimpan atau diangkut secara tidak benar akan kehilangan potensinya. “Sistem manajemen logistik termasuk pengelolaan rantai dingin (cold chain) menjadi hal penting dan perlu mendapat perhatian khusus sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan, aksesibilitas dan kualitas vaksin,” jelasnya.  

Selanjutnya Slamet menegaskan, proses distribusi vaksin yang panjang mulai dari manufaktur, ketersediaan peralatan pendukung, dan logistik harus diawasi dan dikelola sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. “Monitoring ketersediaan vaksin termasuk kapasitas sarana rantai dingin, manajemen penyimpanan vaksin, dan logistik di tingkat Puskesmas dan fasyankes lainnya agar terus di pantau,” pesannya.

Badan Litbangkes sebagai unit yang  dimandatkan oleh Menteri Kesehatan pelaksanaan evaluasi pelaksanaan vaksin Covid-19. Terdapat enam topik strategis untuk riset evaluasi yang akan dilaksanakan. Salah satunya adalah riset manajemen logistik yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Kegiatan pengumpulan data akan dilakukan secara cepat antara Februari-Maret,” kata Yuyun Yuniar, penanggung jawab riset ini. Data yang sudah bisa dikumpulkan, akan langsung dilaporkan. Pelaksanaan tahap pertama akan dilakukan  di 6 Provinsi di 12 Kabupaten/Kota. (FNW)