Balitbangkes Sediakan Laboratorium Pengembangan Vaksin Covid-19

230

Jakarta—Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI mendukung rencana pengembangan vaksin Corona Virus Disease (Covid) 2019 (19) antara PT Biofarma dan Sinovac Biotech Ltd China. Hal ini dikemukakan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan (SD&PK) Irmansyah saat Video Conference antara Balitbangkes dengan jajaran Manajemen PT. Biofarma, Badan POM, Direktorat Jenderal Farmalkes, Direktorat Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P serta Biro Kerjasama Luar Negeri Kemenkes, Rabu 6 Mei 2020.

Menurut Irmansyah bentuk dukungan yang diberikan adalah pengurusan perijinan Material Transfer Agreement (MTA) termasuk pendampingan oleh Komite MTA Balitbangkes untuk menyusun aggrement yang memberikan lebih banyak keuntungan bagi PT. Biofarma dan Indonesia. Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Balitbangkes juga akan memberikan persetujuan kelayakan etik penelitian secara cepat dengan catatan PT. Biofarma melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Balitbangkes Vivi Setiawaty menyampaikan siap mendukung pemeriksaan spesimen di laboratorium Balitbangkes pada pengujian uji klinis fase 2 untuk pengembangan vaksin Covid 19. Menurut Vivi Setyawati saat ini sudah banyak kerjasama riset yang dilakukan Balitbangkes dan PT. Biofarma antara lain konsorsium pengembangan vaksin dengue.

Untuk rencana pengembangan vaksin Covid-19 PT Biofarma seperti disampaikan Dicky Mahardhika Taryono selaku Research Coordinator telah membuat strategi jangka pendek dan menengah serta jangka Panjang. Jangka pendek atau menengah yakni mendapatkan transfer/alih teknologi proses hilir dari calon mitra berupa teknologi untuk formulasi/filling vaksin Covid-19 sekaligus ingin membangun kapasitas (capacity building) stockpile vaksin.

Untuk strategi jangka pendek atau menengah ini telah dilakukan kolaborasi internasional dengan organisasi Coalition For Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) yang sifatnya melakukan pengembangan vaksin pandemi seperti Ebola, MersCov, dan Covid-19. Ada 2 rencana skema kolaborasi dengan CEPI yaitu mendapatkan alih teknologi dari CEPI dengan harapan memiliki vaksin yang sudah maju (fase 1) yang dapat digunakan di Indonesia dan skema kedua adalah membina networking global stockpile atau membuat dan menyediakan vaksin pandemik untuk kebutuhan dalam dan luar negeri.

Secara Jangka panjang PT. Biofarma membangun dan menggandeng mitra-mitra di Indonesia untuk mengembangkan vaksin dari proses hulu.

PT Biofarma juga menggandeng kerjasama dengan Sinovac Biotech Ltd China. Sinovac saat ini telah menyelesaikan uji klinis fase 1 untuk pengembangan vaksin Covid-19 di China dan selesai di pertengahan Mei 2020. Sekarang sedang bergerak menuju uji klinis fase 2 yang direncanakan selesai Juni 2020.

PT. Biofarma merencanakan kerjasama dengan Sinovac untuk ikut terlibat melakukan uji klinis fase 2 di Indonesia dengan menggunakan produk vaksin dari Sinovac. Sinovac juga telah memberikan commitmen letter ke Biofarma sebagai wujud kolaborasi dan kerjasama. Sinovac telah memberikan dokumen progress pengembangan vaksi Covid-19 ke Biofarma terkait hasil uji praklinis dan protocol uji klinis fase 1 dan 2.

Untuk pengujian klinis fase 2 di Indonesia, Biofarma merencanakan subjek riset sebanyak 200 orang dewasa dengan rentang usia 18-59 tahun yang akan diberikan 2 dosis dengan 2 skedul pemberian dan prosedur uji sampel seperti Sinovac yakni serum antibody test. (Fachrudin Ali Ahmad/Ripsidasiona)