Balitbangkes Luncurkan Buku Publikasi Internasional

676

“Kinerja dari lembaga penelitian dilihat dari jumlah publikasi”, demikian dikatakan Kepala Balitbangkes, Siswanto dalam “Launching Publikasi Health Inequity – Supplement Series Global Health Action Journal” (28/2/2019) di Aula Rajawali Badan Litbangkes. Siswanto menjelaskan peran Balitbangkes adalah melakukan riset-riset operasional untuk membantu memberikan solusi masalah kesehatan atau disebut dengan kebijakan berbasis bukti (evidence based policy). Sehingga peneliti harus menyeimbangkan antara jumlah publikasi dan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh program.

Pada kesempatan ini Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat, Vivi Setiawaty menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Monitoring Health in Equity in Indonesia yang dilaksanakan pada tahun 2016. Pada saat itu WHO Jenewa memperkenalkan suatu toolkit khusus untuk monitoring Health in Equity ini. Monitoring ini didasarkan pada dimensi sosial ekonomi dan juga geografi.

“Balitbangkes merasa perlu untuk melakukan pengukuran seberapa besar inequity yang telah terjadi di bidang kesehatan. Didukung WHO, Balitbangkes menyelenggarakan workshop dan  technical meeting pada tahun 2016, yang dilanjutkan dengan workshop analisis data pada tahun 2017. Dari kegiatan tersebut terbitlah suatu karya tulis ilmiah yang berjudul Special Issue : Monitoring Health Inequality in Indonesia, yang masuk ke dalam terbitan khusus di jurnal Internasional Global Health Action.”, tutur Vivi.

Ada tiga peneliti Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat sekaligus para penulis buku Special Issue : Monitoring Health Inequality in Indonesia yang mempresentasikan hasil penelitiannya. Ketiga peneliti tersebut adalah Tin Afifah, Suparmi, dan Nunik Kusumawardani. Tin Afifah menyampaikan hasil penelitian tentang kesenjangan dalam mendapatkan sanitasi dan air minum. Selanjutnya, Suparmi memberikan penjelasan tentang kesenjangan hasil indeks pembangunan masyarakat (IPKM) di Indonesia. Penyaji terakhir, Nunik mempresentasikan hasil tentang korelasi sosial, ekonomi, demografi dan geografi dengan para perokok remaja di Indonesia.

Dihadiri oleh perwakilan dari unit-unit utama Kementerian Kesehatan,  perwakilan WHO, akademisi, organisasi profesi dan para peneliti dari Balitbangkes acara ini menjadi forum advokasi hasil penelitian kepada para pemangku kebijakan di Kementerian Kesehatan. (TW)