Balitbangkes Kembangkan Registri Jamu Berbasis Web

530

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) sedang mengembangkan sistem pencatatan pelayanan kesehatan menggunakan jamu atau herbal berbasis web yang disebut Registri Jamu. Menurut Kepala Balitbangkes dr. Siswanto, MHP, DTM manfaat registri jamu adalah teridentifikasinya jenis-jenis penyakit yang diobati dengan modalitas tradisional, alternatif dan komplementer (tradkom). Teridentifikasinya jenis ramuan atau tradkom lainnya yang dipakai oleh para dokter praktik. Teridentifikasinya efek samping jamu dan terapi tradkom lainnya, dan teridentifikasinya ramuan jamu yang menunjukkan manfaat awal, untuk selanjutnya dikaji melalui uji klinis yang lebih kokoh.

Siswanto menjelaskan bahwa studi registri jamu merupakan suatu studi dengan pendekatan registri. Bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan jamu, dengan metode pencatatan pelayanan  jamu secara longitudinal (melalui rekam medik jamu) untuk 10 penyakit degeneratif. Yaitu Hipertensi, Hipercholesterolemia, Hiperurisemia, Hiperglikemia, Reumatoid srthritis, Gastritis, Obesity, Asthma, Cancer (paliatif).

Acara Riset Registri Jamu berlangsung tanggal 12-14 Maret 2018, di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hadir Kepala Balitbangkes dan Kepala Sub Bidang Yankestrad & Penunjang (mutu akreditasi), dr. Hadi Siswoyo, M.Epid.

Saat ini Kementerian Kesehatan berupaya menyediakan bukti ilmiah yang cukup mengantisipasi berkembangnya penggunaan jamu oleh masyarakat dan tenaga kesehatan. Ini dilakukan agar pelayanan kesehatan termasuk jamu/herbal dapat dimasukkan dalam pelayanan kesehatan formal. Percepatan pembuktian ilmiah dapat dilakukan dengan mempelajari data pelayanan jamu/herbal yang sudah dilakukan oleh para dokter praktik. #EM