Balitbangkes Dorong Peneliti Ahli Utama Menjadi Profesor Riset

987

Jakarta, Dr. Rustika, SKM, M.Si peneliti Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan (PHMK) dilantik dan diambil sumpah sebagai Peneliti Ahli Utama. Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Litbang Kesehatan, dr. Siswanto, DTM, MPH di Ruang Ars Longa, Badan Litbang Kesehatan (Balitbangkes), Jumat (1/3).

Hadir sebagai saksi Sekretaris Balitbangkes, Dr. Nana Mulyana dan Kepala PHMK Sugianto, SKM, MSc.PH. Hadir pula Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, drg. Agus Suprapto, M.Kes; Kepala Puslitbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Dr. dr. Irmansyah, SpKJ(K); Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat, Dr. dr. Vivi Setiawaty serta pejabat struktural lainnya.

Pengangkatan ke dalam jenjang Peneliti Ahli Utama merupakan prestasi dalam perjalanan karier seorang peneliti. Kepala Balitbangkes mewakili seluruh jajaran Balitbangkes mengucapkan selamat kepada Rustika yang telah meraih jenjang tertinggi dalam jabatan peneliti yaitu Peneliti Ahli Utama.

“Dengan pengangkatan Saudara ke dalam Peneliti Ahli Utama, tentunya kami mendorong kepada Ibu Rustika segera menyusun naskah orasi ilmiah, untuk bisa dikukuhkan menjadi Profesor Riset,” kata Siswanto.  Selanjutnya Siswanto meminta kepada Sugianto untuk mengawal Peneliti Ahli Utama yang berada di PHMK untuk bisa menjadi Profesor Riset.

Dalam kesempatan itu, Kepala Balitbangkes juga mengingatkan tentang pencapaian Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) dari pusat agar didukung oleh peneliti. Tentunya peneliti pada jenjang yang tinggi seperti Peneliti Ahli Utama dan Peneliti Ahli Madya. “Jangan lupa bahwa intinya adalah menyeimbangkan dua sayap, satu sayap terkait dengan publikasi ilmiah, paten, HKI dan sebagainya. Sayap sebelahnya,  jangan lupa harus kontribusinya terhadap penyeselasain masalah terkait dengan pembangunan kesehatan,” tambah Siswato.

Pada penutupan, Siswanto juga berpesan kepada Rustika untuk membimbing para peneliti jenjang di bawahnya, kreatif untuk memperoleh dana-dana penelitian dari institusi lain, memimpin kelompok peneliti, penulisan karya tulis ilmiah baik nasional dan internasional serta penulisan buku.(faza)