Balitbangkes Buka Peluang Kerjasama Lintas Sektor Pengembangan Jamu

380

Tawangmangu – Salah satu satuan kerja Balitbangkes, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu menerima kunjungan kerja lintas sektor dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jum’at (21/09).

Kunjungan kerja ini dimaksudkan untuk memperkenalkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balitbangkes. Rangkaian kunjungan diawali dengan peninjauan koleksi tanaman obat di Kebun Aromatik Tlogodlingo, dilanjutkan ke Rumah Riset Jamu Hortus Medicus, dan melihat langsung Laboratorium Pasca Panen.

“Harapannya setelah adanya kunjungan ini akan ada sinergitas antar Kementerian dan Lembaga,” tutur Nana Mulyana, Sekretaris Balitbangkes dalam sambutannya, Jumat (21/9).

Menanggapi hal tersebut, Imam Paryanto, perwakilan BPPT mengemukakan ketertarikannya pada bahan baku tanaman atau simplisia, saintifikasi jamu dan koleksi tanaman jamu. “Kami melihat peluang bisnis, kami bisa berguru dengan Balitbang Tanaman Obat,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Nasuka, perwakilan dari Balai Besar Teknologi dan Lingkungan, Kemenperin, menyampaikan peluang kerja sama dengan salah satu satuan kerja di Kemenperin, Balai Besar Industri. Ia mengatakan akan lebih baik jika kegiatan di B2P2TOOT Tawangmangu untuk segera di-indutrialisasi.

Tak ketinggalan perwakilan dari Kemenristek Dikti, Desmelita mengutarakan bahwa Kemenristek Dikti sudah bekerja sama dengan BPPT, LAPAN dan LIPI untuk satu tema penelitian besar. Desi (panggilan akrabnya) mengajak Balitbangkes untuk bergabung.  Ia menuturkan kerjasama bisa dimulai dari identifikasi apa yang akan dikerjakan bersama sampai dengan pengemasan yang jamu yang dihasilkan. “Jamu tradisional kita butuh di internasional-kan”, ungkapnya.

Beberapa masukan dari berbagai sektor ini disambut baik oleh Ahmad Saykhu, Kepala B2P2TOOT Tawangmangu. Ia menyampaikan akan segera menindaklanjuti tanggapan dan masukan tersebut untuk pengembangan pemanfaatan jamu kedepan. (FNW)