Balitbangkes Advokasikan Hasil Risnakes

782

Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) bersama Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Badan PPSDMK) mengadakan pertemuan membahas hasil Riset Ketenagaan di Bidang Kesehatan (Risnakes) di Aula dr. Herman Susilo MPH Lt. 4 Gedung dr. Suwardjono Surjaningrat Jumat (18/5/2018).

Pertemuan diawali sambutan Kepala Badan PPSDMK drg. Usman Sumantri, M.Sc sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya,  Kepala Badan PPSDMK menyampaikan pertemuan ini penting untuk melakukan pendalaman hasil Risnakes dan perlu didiskusikan di kalangan Badan PPSDMK karena ini merupakan koreksi dari kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan sekaligus dipakai untuk rencana strategis pengembangan kedepan.

Hadir dalam pertemuan Kepala Balitbangkes dr. Siswanto, MHP.,DTM. Siswanto menyampaikan desain Risnakes dan Pertanyaan penelitian  disusun dan diskusikan bersama antara PPSDMK dan Balitbangkes. Ini dilakukan dalam konteks Clien Oriented Research Activity (CORA). Kepala Badan Litbangkes mengatakan hasil Risnakes sebelumnya sudah dipaparkan di hadapan Menteri Kesehatan saat Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim). “Pertemuan hari ini untuk pendalaman”, ungkap Siswanto.

Dalam kesempatan itu, Siswanto berpesan agar pertemuan ini bukan terakhir yang dilakukan. Namun dikawal terus sehingga seberapa jauh hasil penelitian ini dipakai menjadi suatu kebijakan. Diharapkan juga bisa memberi input untuk penyusunan instrumen kebijakan, yaitu rancangan Rencana Pembangunan Jangka menengah nasional (RPJMN) dan Revisi Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).

Dr. dr. Harimat Hendarwan, M.Kes dalam paparannya mengemukakan penelitian Risnakes mencakup seluruh Indonesia pada Puskesmas dan Rumah Sakit. Riset ini dilakukan tahun 2017. Khusus untuk ketanggapan dan produktivitas tenaga di bidang kesehatan (time study), pengumpulan data dilakukan secara sub sampel terhadap RS dan puskesmas yang terpilih secara acak sesuai besar sampel yang telah ditetapkan “Sebelumnya kami juga sudah diskusikan dengan teman-teman di Badan PPSDMK”, tutur Harimat.

Harimat menjelaskan variabel dan unit alisis dalam riset ini berbeda-beda mencakup institusi Puskesmas, individu pasien, individu staf dan individu tenaga kesehatan. Ada 250 ribu tenaga kesehatan diambil datanya.

Hasil Risnakes ini divalidasi oleh tim validasi eksternal dari Asosiasi Peneliti Kesehatan Indonesia (Apkesi). Apkesi memberi nilai Validasi sebesar 93,04 persen yang dapat dikategorikan baik.

Pemaparan mengenai kesiapan Puskesmas menjalankan program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) disampaikan drg. Hendrianto TW, Mars. Hendrianto menjelaskan tujuan riset ini terkait pelaksanaan PIS-PK untuk menilai dan mengetahui kesiapan manajemen dan sarana prasarana Puskesmas dalam  menjalankan PIS-PK

Saat pelaksanaan pengumpulan data Risnakes tercatat  9.699 Puskesmas didatangi. “3.696 telah dilatih PIS-PK sedangkan sebanyak 6001 belum dilatih PIS-PK”, jelas Hendrianto. Dari Puskesmas yang dilatih yang paling banyak adalah Lampung sebesar 72 persen dan paling sedikit adalah di Papua hanya 5,4 persen Puskesmas yang telah dilatih PIS-PK. Seluruh Indonesia tercatat yang telah dilatih sebanyak 38 persen. (ali)