Balitbang Kemenkes Pamerkan Inovasi Riset Kesehatan

141

Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir, resmi membuka gelaran Ritech Expo 2019 sebagai salah satu rangkaian dari peringatan Hari Teknologi Nasional, di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali(25/8). Pameran ini menyajikan berbagai produk inovasi unggulan dari perguruan tinggi, lembaga riset, badan litbang K/L/daerah, industri, hingga para inovator yang keseluruhannya merupakan karya anak bangsa.  “Saya melihat respon daerah sangat luar biasa. Tadi saya lihat inovasi dari Papua, inovasi dari Bali, dan inovasi-inovasi lain dari daerah. Nampaknya inovasi di daerah mulai bergairah”, kata Nasir melalui keterangan pers.

Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun turut meramaikan acara yang bertema “IPTEK dan Inovasi dalam Industri Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0” ini. Sesuai dengan tema yang diusung, Badan Litbangkes Kemenkes menampilkan beberapa teknologi dan inovasi yang dimilikinya. Badan Litbangkes sajikan science experience pada para pengunjung berupa peta distribusi patogen, vektor dan reservoir penyakit. Peta ini merupakan media informasi digital berbasis system informasi geografis (Geografic Information System/GIS) yang berisikan sebaran hasil riset khusus vektor dan reservoir penyakit di Indonesia.

Selain itu, Badan Litbangkes pun menyajikan diseminasi informasi hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dan IPKM dengan teknologi AR(Augmented Reality) . Tak ketinggalan wahana 360 yang mempertontonkan aktifitas riset di Badan Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu, sehingga pengunjung pun seolah berada di sana.

Beberapa pengunjung dari Bappeda/Balitbangda yakni Bali, Jambi dan Madiun menanyakan ketersediaan data stunting di daerah mereka masing-masing, usai mereka dijelaskan tentang hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018. “Kira-kira ada data hasil riset tentang stunting di daerah kami ngga ya? Kami membutuhkan data stunting di daerah kami”, tanya Santi dari Bappeda Madiun. Mereka mendiskusikan terkait perbedaan data riil di lapangan dengan kondisi daerah yang terkadang ironis. Ternyata di beberapa daerah yang dipandang surplus pun, angka stuntingnya ternyata cukup tinggi. Dalam hal ini, Badan Litbangkes telah mendukung penyediaan hasil riset kesehatan dalam rangka upaya pengembangan dan inovasi pembangunan status gizi balita di daerah, khususnya untuk menekan angka stunting di Indonesia yang saat ini memang sedang digencarkan pemerintah Indonesia.

Perhelatan tahunan ini diikuti oleh 185 booth dari 120 instansi di Indonesia dan dibuka untuk umum hingga tanggal 28 Agustus 2019. (NB)