Badan Litbangkes Susun Cetak Biru Kebijakan Pembangunan Kesehatan

153

Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) menyelenggarakan pertemuan Penyusunan Cetak Biru Kebijakan Pembangunan Kesehatan di Jakarta pada Jum’at, 29 Oktober 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Penyusunan Cetak Biru Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Kegiatan berlangsung secara daring dan luring dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan. Penyusunan Cetak Biru Kebijakan Pembangunan Kesehatan merupakan arahan Menteri Kesehatan sebagai bentuk analis kebijakan pembangunan kesehatan.

Cetak biru bertujuan untuk memberikan arahan terhadap pelaksanaan kegiatan dalam suatu organisasi secara berkesinambungan. Kerangka kerja yang terdapat dalam cetak biru dibuat secara terperinci sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan. Sehingga setiap kegiatan akan memiliki kesesuaian dengan tuntutan, tantangan dan kebutuhan organisasi.

Pembuatan cetak biru ini mengacu kepada 5 prioritas dan 6 pilar transformasi kesehatan. Lima prioritas meliputi peningkatan kesehatan ibu, anak dan reproduksi; percepatan perbaikan gizi masyarakat; peningkatan pengendalian penyakit; pembudayaan gerakan masyarakat sehat; dan penguatan sistem kesehatan. Adapun 6 pilar transformasi kesehatan yakni transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transfromasi teknologi kesehatan.

Draft yang disusun masih merupakan draft awal, karena dari tim masih perlu disesuaikan dengan perkembangan, terutama renstra apabila telah selesai,” ujar Riati selaku Ketua Tim Penyusun Cetak Biru.

Lebih lanjut Riati menyampaikan bahwa masih ada keterbatasan dalam penyusunan. Keterbatasan tersebut antara lain dalam pengumpulan bahan yang sebagian masih dalam proses. Bahan tersebut antara meliputi renstra dan agenda riset. Tim Cetak Biru terdiri dari 6 Kelompok Kerja yakni Kelompok Kerja Kesehatan Reproduksi, Ibu, Anak, dan Remaja; Kelompok Kerja Perbaikan Gizi Masyarakat; Kelompok Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit; Kelompok Kerja Tata Kelola Sistem Kesehatan; Kelompok Kerja Pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat; serta Kelompok Kerja Kerangka Regulasi dan Kerangka Kelembagaan. (Evi Suryani)