Badan Litbangkes Luncurkan Buku Profil Ketersediaan Sarana Air, Sanitasi dan Higiene di Puskesmas Tahun 2020

394

Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan dukungan teknis dari UNICEF Indonesia, WHO Indonesia, dan SNV Indonesia telah menyusun Profil Ketersediaan Sarana Air, Sanitasi dan Higiene di Puskesmas Tahun 2020. Buku yang berisi data dan informasi status pencapaian indikator-indikator akses air, sanitasi dan kebersihan di seluruh Puskesmas di Indonesia ditulis berdasarkan sumber data dari riset fasilitas kesehatan tahun 2019.

“Dari data tersebut diananalis lebih lanjut untuk menggambarkan situasi fasilitas ketersediaan sarana air, sanitasi, dan higiene Puskesmas di tingkat nasional maupun propinsi,” ungkap Joko Irianto selaku ketua pelaksana penulisan buku saat “Peluncuran Buku Profil Ketersediaan Sarana Air, Sanitasi, dan Higiene di Puskesmas Tahun 2020” di Jakarta pada Kamis (17/12/2020). Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat tinggi madya di lingkungan Kementerian Kesehatan, kepala dinas kesehatan provinsi/kota, dan kepala Puskesmas di seluruh Indonesia baik secara daring maupun luring.

Nana Mulyana, Sekretaris Badan Litbangkes saat memberikan sambutan mengatakan, Badan Litbangkes sebagai salah satu unit yang memiliki tugas mengawal kebijakan-kebijakan di bidang kesehatan berbasis fakta. Oleh karena itu pembuatan buku ini ke depan harus menjadi tren dan acuan bersama agar lembaga riset tidak hanya menghasilkan kajian ilmiah namun juga rekomendasi kebijakan.

“Yang paling penting adalah kita memiliki rekomendasi hasil-hasil kajian atau riset kita untuk bahan kebijakan. Sehingga tidak salah kalau kita punya moto bagaimana menjadikan Badan Litbangkes menjadi lokomotif di bidang kesehatan,” tutur Nana.

Ketersediaan sarana air yang mengalir, sanitasi dan kebersihan atau dikenal secara global dengan istilah Water, Sanitation, Hygiene (WASH) adalah salah satu yang paling efektif dalam mencegah penularan Covid-19. Diungkapkan oleh Robert Gass, Deputy Representative UNICEF Indonesia, hal ini penting bagi fasilitas pelayanan kesehatan karena ada beberapa data yang menyebutkan bahwa petugas kesehatan memiliki risiko penyebaran infeksi yang lebih tinggi dan kondisi WASH di fasilitas pelayanan kesehatan tidak selalu baik. Catatan UNICEF menunjukkan laporan global yang baru-baru ini diterbitkan terlihat bahwa 1 dari 3 fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki tempat cuci, hanya 4 yang tidak memiliki akses air sehingga ini menjadi tantangan besar secara global dan juga di Indonesia.

Di kesempatan lain Tara Kessaram, Team Lead NCDs and Healthier Populations World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa pembangunan sosial dan ekonomi dalam pemulihan dari COVID-19 dan kesehatan untuk semua hanya dapat dijamin dengan melindungi kesehatan penduduk dan lingkungan yang mendukung dan menutrisi kesehatan kita. Hal ini hanya dapat dicapai dengan WASH yang aman. (Ripsidasiona)