Badan Litbangkes Adakan Pendalaman Penyusunan Perjanjian Uji Klinis

51

Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) dengan dukungan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) melaksanakan Workshop Tim Penelaah Perjanjian Alih Material dengan tema “Advokasi Perjanjian Uji Klinik/Clinical Trial Agreement” di Jakarta, pada Rabu (26/11/2021).

Kepala Puslibang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Pretty Multihartina mewakili Plt. Kepala Badan Litbangkes mengungkapkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.85 tahun 2020 tentang Pengalihan dan Penggunaan material, Muatan Informasi, dan Data.

“Pendalaman penyusunan perjanjian uji klinis ini diharapkan membawa manfaat, sehingga terjadi kesepakatan yang adil,” ungkap Pretty.

Lebih lanjut Pretty mengatakan adapun tujuan dari pengaturan material, muatan informasi dan/atau data adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat, peneliti pelaksana, dan fasilitas Kesehatan, serta lembaga pelaksana penelitian dan pengembangan dari bahaya penyalahgunaan perpindahan tangan material, muatan informasi, dan/atau data yang berkaitan dengan penyakit dan kesehatan. Termasuk penyalahgunaan sebagai senjata, bahan senjata biologi, dan/atau yang dapat menimbulkan kerugian negara lainnya.

Lembaga penelitian dan peneliti diharapkan dapat meningkatkan kapasitasnya dalam menyusun rancangan Clinical Trial Agreemnent yang dibutuhkan dalam pengajuan permohonan ijin Material Transfer Agreement (MTA) sehingga terpenuhi kesepakatan yang adil dan setara.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Herkutanto selaku Ketua Tim Penelaah Perjanjian Ahli Material Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa sejak dua belas tahun yang lalu Indonesia telah memiliki suatu regulasi tentang MTA. Di mana material dan data yang ada berasal dari rumah sakit di Indonesia sehingga harus dikawal dengan suatu perjanjian yang adil. Pertemuan ini melibatkan tim Indonesian Clinical Training and Education Center (ICTEC) dari RSCM. Tidak hanya teori, peserta yang berasal dari 33 rumah sakit vertikal Kemenkes ini juga diberikan keterampilan pelatihan menggunakan platform Learning Manajemen System (LMS). Melalui platform ini peserta dapat melihat contoh-contoh kasus perjanjian dan bagaimana kasus itu seharusnya diselesaikan sesuai peraturan dalam Permenkes No.85 tahun 2020. (Ripsidasiona)