Angka Stunting Turun di Tahun 2021

3042

Jakarta, Angka stunting secara nasional menunjukkan perbaikan dengan turunnya tren  sebesar 3,3 persen dari 27.7 persen tahun 2019 menjadi 24,4 persen tahun 2021. Data ini disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono saat acara Launching Hasil Studi Satus Gizi Balita Indonesia (SSGI) 2021 di Jakarta (27/12).

“Secara umum tren status gizi membaik dari tahun ke tahun, kalau kita lihat dari tahun 2018, 2019 dan 2021 angka stunting sudah menurun sekarang menjadi 24.4 persen.” ungkap Dante.

Namun menurut Dante, dari data SSGI 2021 ini, evaluasi tetap perlu dilakukan terlebih jika angka stunted (pendek menurut usia) dikaitkan dengan angka wasted (kurus menurut tinggi badan) sesuai standar yang ditetapkan WHO, hanya Bali menjadi satu-satunya provinsi berkategori baik dengan angka stunted rendah (<= 20 persen) yakni 10.9 persen dan wasted rendah (<= 5 persen) yakni 3 persen.

Untuk provinsi dalam kategori kronik dengan angka stunted rendah dan wasted tinggi, di dalamnya terdapat 5 provinsi antara lain Lampung, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Yogyakarta. Kemudian, kategori akut dengan angka stunted tinggi dan wasted rendah adalah Bengkulu.

Sedangkan kategori terakhir, kronik dan akut terdapat 27 provinsi sisanya dengan angka stunted dan wasted tinggi. Untuk itu Dante menekankan analisis lebih lanjut terhadap faktor determinan yang berkontribusi dalam capaian status gizi di provinsi tersebut.

“Dengan demikian, kebijakan/ program di tingkat kabupaten/kota dapat lebih spesifik dilaksanakan khususnya terkait anggaran, evaluasinya dan penilaian kemajuan intervensi spesifik dan sensitif dari berbagai kementerian dan lembaga, serta pusat dan daerah ” tutup Dante.

Plt. Kepala Badan Litbangkes, Dr. Nana Mulyana mengatakan data yang terangkum ini dalam Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 ini didapatkan melalui pengumpulan data di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota dengan jumlah blok sensus (BS) sebanyak 14.889 Blok Sensus (BS) dan 153.228 balita. Data ini merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan stunting yang diamanatkan pemerintah dalam RPJMN 2020-2024 menjadi angka 14 persen pada tahun 2024.Launching Data SSGI 2021 ini bertepatan dengan HUT Badan Litbangkes ke 46 dan edisi SSGI tahun 2021 ini menjadi SSGI terakhir yang dijalankan Badan Litbangkes  sebelum bertransformasi menjadi BKPK (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan) mulai awal tahun 2022 mendatang. Harapannya, semoga penyediaan data status gizi dapat terus terlaksana di tahun mendatang agar menjadi bahan evaluasi kebijakan terhadap perbaikan gizi bangsa Indonesia sepenuhnya. Amiin(AF)

*Tautan Buku Saku Hasil SSGI Tahun 2021 : https://www.litbang.kemkes.go.id/buku-saku-hasil-studi-status-gizi-indonesia-ssgi-tahun-2021/