Angka Stunting Riskesdas 2018 Sangat Ditunggu

333

Makassar – Kepala Badan Litbangkes, Siswanto beserta jajaran melakukan kunjungan lapangan Riskesdas 2018 selama dua hari (30/04-1/05) di Sulawesi Selatan. Pada kunjungan ini, dr. Siswanto melihat secara langsung pelaksanaan pengumpulan data di dua kabupaten antara lain Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa.

Siswanto menekankan agar pengukuran antropometri pada balita dan anak-anak dilakukan dengan benar, mengingat dari pengukuran ini akan menghasilkan data Stunting yang sangat ditunggu-tunggu oleh banyak pihak mengingat pencegahan Stunting secara masif sudah menjadi program nasional yang sudah dicanangkan pemerintah.

“Untuk antropometri diukur yang bener ya!, karena ini sangat ditunggu, saya deg-degan, ibu Menteri juga deg-degan menunggu hasil ini, Stunting kita kaya’ apa, karena dari Riskesdas 2013 sebanyak 37,2% harapannya dibawah 30%”, ujar Siswanto.

Dalam kunjungan tersebut, Siswanto berkesempatan mewawancarai tim enumerator tentang pengalaman selama pengumpulan data. Harapannya agar para enumerator dapat memaksimalkan segala upaya ditengah kesulitan-kesulitan yang pasti akan dihadapi di lapangan.

“Diharapkan untuk adik-adik agar berusaha maksimal untuk mendapatkan anggota rumah tangga atau rumah tangga (responden) yang telah terpilih mejadi sampel Riskesdas, karena itu menjadi penting untuk masukan pembangunan kesehatan 5 tahun kedepan”, tambah Siswanto kepada tim enumerator di desa Parigi, Kab. Gowa.

Sebagaimana diketahui Riskesdas 2018 masuk dalam Proyek Prioritas Nasional yang dimonitori oleh Bappenas, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), dan Kantor Staf Presiden. Selain itu data Riskesdas juga menjadi bahan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Karena itu perannya sangat strategis sehingga dukungan maksimal dari enumerator di lapangan sangat diharapkan.

Salam Sehat, Sehat Indonesia! (AF)