1 Januari Menggunakan Aplikasi SRIKANDI

187

Jakarta, Ilmu keprotokolan dan tata naskah dinas perlu ditingkatkan, guna mendukung manajemen di lingkungan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK). Workshop Keprotokolan Dan Tata Naskah Dinas diselenggarakan 4-6 November 2021, di Jakarta. Acara dilakukan secara luring dan daring. Hadir  Plt Kepala Badan Litbangkes, Dr. Nana Mulyana dan staf sub bagian administrasi umum di lingkungan Badan Litbangkes. Joni Pahridi, SE.

Pertemuan ini sangat penting dan strategis. Di era modern (4.0) tata naskah dinas semua menggunakan elektronik. Elektronik sangat bergantung pada sistem, jaringan, dan aplikasi. Di masa depan, perkantoran akan menggunakan e-office, ujar Nana.

Materi workshop yang diberikan adalah:

1.  “Who am I ?” oleh Simson Leider Nadeak, S.Sos., M. Pub., Pol;

2. “Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Tata Naskah Dinas” oleh Kity Karenisa, M.A., dari Pusat Bahasa dan Sastra;

3. Sosialisasi dan praktek aplikasi Sistem Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) oleh Bapak Utus Hatif Priargi dari Biro Umum Kementerian Kesehatan RI. 

Workshop, harus ada plan of action. Perencanaan kedepan apa, karena tahun 2022 Badan Litbangkes akan menjadi Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK). Kira-kira tata naskah dinas BKPK seperti apa, agar mempermudah dan mendukung sistem kerja BKPK, tambah Nana. Rencana tindak lanjut workshop, antara lain:

  1. TNDE digunakan sampai dengan 31 Desember 2021, untuk selanjutnya bertransformasi ke penggunaan Apilkasi Sistem Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI)
  2. Penggunaan aplikasi SRIKANDI versi 2 akan diujicoba di satker lingkungan BKPK
  3. Komitmen tidak ada tanggal mundur pada semua naskah dinas keluar

Peserta lokakarya keprotokolan dan TND akan dipsioritaskan mendapatkan akun Aplikasi SRIKANDI