1.398 Karyawan BP Jamsostek Telah di Vaksin Covid-19

68

Jakarta – Sebanyak 1.398 karyawan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) telah berhasil divaksin Covid-19 dosis pertama pada Sabtu-Minggu, 20-21 Maret 2021. Beberapa karyawan terpaksa ditunda pemberian vaksinnya karena alasan kesehatan. Beberapa alasan penundaan vaksinasi adalah penyintas Covid-19 yang belum genap 3 bulan sejak dinyatakan sembuh dan adanya penyakit penyerta; seperti hipertensi yang tidak terkontrol, penyakit jantung, dan hipertiroid.

Sebanyak 14 karyawan sempat diberikan perawatan di ruang gawat darurat, mayoritas karena keluhan hipertensi. “Rata-rata dengan keluhan darah tinggi. Tindakannya hanya observasi dan pemberian obat-obatan untuk menurunkan tensinya.”, terang dr. Yohana dari RS Medistra yang betugas di Ruang Gawat Darurat. Lebih lanjut dr. Yohana menjelaskan hipertensi tidak menghalangi vaksinasi Covid-19 asalkan terkontrol dengan minum obat secara teratur.

Pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 berjalan dengan tertib dan lancar. Seperti dijelaskan dr. Andi Halim, dokter umum yang sehari-hari bertugas di RS Bakti Mulya. “Panitia menyiapkan kegiatan vaksinasi dengan baik. Pelayanan semuanya oke dan data-data dapat di monitor di layar dashboard.”, ujarnya.

Nurendro Prasetyo, Asdep Remunerasi BP Jamsostek memberikan penjelasan bahwa kegiatan vaksinasi tahap pertama dipersiapkan dalam 5 hari. Dengan prinsip Amati, Tiru dan Modifikasi kegiatan ini diselenggarakan dengan melibatkan seluruh elemen dan unit kerja di BP Jamsostek. Menurut laki-laki yang akrab disapa Pras ini, dukungan pihak eksternal juga sangat membantu yaitu Kementerian Kesehatan, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Puskesmas Mampang, dan Rumah Sakit Medistra.

Lebih lanjut Pras menerangkan bahwa pihak manajemen sebelumnya telah memberikan surat edaran kepada seluruh karyawan. Manajemen menekankan bahwa vaksinasi Covid-19 dilakukan untuk memberikan perlindungan. “Manajemen selalu menggaungkan bahwa vaksinasi adalah salah satu upaya untuk melindungi karyawan. Kami jemput bola. Kami mudahkan untuk melakukan antrian, disiapkan seluruh data-datanya. Sehingga teman-teman tinggal datang untuk disuntik.”, ucapnya. (DW)